Prabowo Sebut Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri demi Hapus Kemiskinan Ekstrem dan Kelaparan

Presiden Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Presiden Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

MALANG, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas terkait arah kebijakan anggaran pemerintah. Kepala Negara menyatakan siap memangkas anggaran pertahanan hingga kepolisian apabila diperlukan untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem dan kelaparan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan usai memimpin Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Menurut Presiden, seluruh kebijakan fiskal pemerintah akan diarahkan pada satu tujuan utama, yakni memastikan tidak ada lagi rakyat Indonesia yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Prabowo, dikutip dari laman Setneg.

Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas

Presiden menegaskan efisiensi anggaran menjadi strategi pemerintah menyiapkan Indonesia menuju negara maju pada 2045-2050. Menurutnya, investasi terbesar harus diberikan kepada generasi muda yang kelak menjadi tulang punggung bangsa.

“Anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, 25 tahun lagi mereka akan menjadi inti bangsa Indonesia. Kalau sekarang tidak kita urus, bagaimana mereka membawa Indonesia menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujarnya.

Prabowo menilai pembangunan sumber daya manusia jauh lebih menentukan masa depan bangsa dibanding sekadar memperbesar belanja negara tanpa dampak langsung bagi masyarakat.

Pertahanan Terbaik adalah Rakyat Sejahtera

Dalam pidatonya, Presiden juga menegaskan konsep pertahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi bertumpu pada rakyat yang sehat, kuat, dan sejahtera.

Karena itu, ia meminta TNI dan Polri terus hadir di tengah masyarakat, membantu petani, nelayan, hingga warga yang membutuhkan pelayanan dasar.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam dengan bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri harus berada di tengah-tengah rakyat,” katanya.

Apresiasi Peran TNI dan Polri

Prabowo mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri yang selama ini terlibat langsung membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari jembatan hingga penyediaan akses air bersih.

Menurutnya, aparat negara harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Hari ini saya bangga. TNI membangun ribuan jembatan, Polri membangun ribuan titik air. Kesulitan rakyat harus kita atasi bersama,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Presiden kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi milik rakyat sehingga seluruh kekuatannya harus diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

“Ini Indonesia. TNI dan Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI dan Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Prabowo.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses