Prancis dan Swedia Akhirnya Bertemu di Piala Dunia Setelah Nyaris Satu Abad Menunggu

JAKARTA, inibalikpapan.com – Salah satu pertandingan paling unik di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akhirnya terwujud. Setelah hampir satu abad tak pernah saling berhadapan di ajang Piala Dunia, Prancis dan Swedia akhirnya bertemu pada Selasa (30/6/2026).

Meski sama-sama merupakan langganan Piala Dunia, kedua negara selalu gagal dipertemukan sejak edisi pertama tahun 1930. Les Bleus telah memainkan 76 pertandingan Piala Dunia, sedangkan Swedia sudah tampil dalam 54 laga, namun keduanya tak pernah saling berhadapan hingga kini.

Laga di babak 32 besar ini sekaligus mengakhiri penantian selama 96 tahun, menjadikannya salah satu duel paling dinantikan dalam sejarah turnamen.

Duel yang Nyaris Terjadi Berkali-kali

Pertemuan paling dekat sebenarnya terjadi pada Piala Dunia 1958 di Swedia.

Saat itu Prancis yang diperkuat Raymond Kopa dan Just Fontaine diprediksi bakal bertemu tuan rumah di final. Namun mimpi tersebut buyar setelah Brasil yang dipimpin Pele mengalahkan Prancis 5-2 di semifinal sebelum akhirnya menjadi juara.

Sejak saat itu, keduanya beberapa kali hampir bertemu lagi.

Pada 1994, Swedia finis di peringkat ketiga, sedangkan Prancis gagal lolos ke putaran final. Saat Prancis mencapai final pada 1998, 2006, 2018, hingga 2022, Swedia memang tampil di beberapa edisi, tetapi selalu berada di bagan yang berbeda.

Rekam Jejak Pertemuan

Meski belum pernah bertemu di Piala Dunia, Prancis dan Swedia memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa maupun laga persahabatan.

Keduanya bermain imbang 1-1 pada Euro 1992. Swedia kemudian menang 2-0 di Euro 2012 melalui gol spektakuler Zlatan Ibrahimovic yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah turnamen.

Mereka juga saling mengalahkan saat bertemu pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018, masing-masing menang 2-1 ketika bermain di kandang sendiri.

Prancis Lebih Diunggulkan

Prancis memasuki fase gugur dengan status salah satu kandidat juara.

Tim asuhan Didier Deschamps menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan torehan 10 gol, memperlihatkan kualitas lini serang yang dipimpin Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.

Sebaliknya, Swedia lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Meski demikian, mereka tetap membawa optimisme menghadapi tantangan besar tersebut.

Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, bahkan mengakui kualitas Les Bleus. Menurutnya, hanya sedikit tim di dunia yang mampu mengalahkan Prancis.

“Satu-satunya kesempatan lawan adalah ketika mereka menurunkan tempo permainan. Selain itu, mereka bermain di level yang berbeda,” ujar Ibrahimovic.

Swedia Tak Mau Menyerah

Meski tidak diunggulkan, kubu Swedia percaya kejutan tetap mungkin terjadi.

Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, mengingatkan bahwa negaranya pernah beberapa kali mengalahkan tim-tim besar.

Ia berharap para pemain tetap percaya diri menghadapi favorit juara tersebut.

“Kalau melihat sejarah kami, Swedia pernah mengalahkan tim-tim yang lebih kuat. Karena itu kami tetap punya alasan untuk percaya,” kata Larsson.

Penantian Berakhir

Setelah puluhan tahun hanya menjadi kemungkinan dalam sejarah Piala Dunia, Prancis dan Swedia akhirnya akan bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia.

Di atas kertas Les Bleus memang lebih diunggulkan. Namun sejarah Piala Dunia selalu membuktikan bahwa pertandingan besar sering menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.***

Penulis: Donny Moslem
Sumber: FIFA Website
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses