Program MBG Baru Menjangkau 42,5 Persen Penerima di Balikpapan, Pemkot Dorong Tambah Dapur

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. (indonesia.go.id)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Cakupan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan hingga 17 Agustus 2026 baru mencapai 42,57 persen. Pemerintah Kota Balikpapan mendorong percepatan perluasan program tersebut dengan menambah jumlah dapur yang melayani penerima manfaat.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, berdasarkan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN), kebutuhan penerima manfaat MBG di Balikpapan mencapai hampir 194.000 siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, penerima manfaat yang telah mendapatkan program tersebut baru sekitar 82.000 orang.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Pemkot Balikpapan setelah melakukan kunjungan dan evaluasi terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah tersebut.

“Kita ingin mengetahui berapa yang sudah beroperasi dan berapa yang masih dalam proses. Kemudian, kita juga ingin melihat sejauh mana penambahan manfaatnya,” kata Bagus.

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 36 dapur MBG yang telah beroperasi. Sementara itu, dua dapur berstatus suspend dan 10 dapur lainnya masih dalam tahap proses. Dengan demikian, terdapat 46 dapur yang berada dalam berbagai tahapan pelaksanaan.

Menurut Bagus, penghentian sementara penambahan dapur baru tidak terlepas dari pergantian pimpinan dan proses reorganisasi di tingkat BGN. Selain itu, terdapat dapur yang belum dapat beroperasi karena masih harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Ia berharap dua dapur yang saat ini berstatus suspend dapat segera memenuhi ketentuan BGN sehingga kembali melayani penerima manfaat.

Pemkot Balikpapan, kata Bagus, juga berencana mengirimkan surat kepada BGN untuk mendorong agar moratorium penambahan dapur dapat ditinjau kembali. Langkah itu terutama didorong untuk wilayah yang memiliki persoalan stunting cukup tinggi.

“Kita akan membuat surat karena kita ingin di daerah yang stunting maksimal itu diberikan perhatian, sehingga moratorium bisa dicabut dan semakin banyak siswa mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Pentingnya Tahu Dampak

Namun, Pemkot Balikpapan menilai keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari jumlah makanan yang tersalurkan. Pemerintah daerah juga ingin mengetahui dampak program tersebut terhadap perkembangan anak.

Karena itu, Pemkot mengusulkan adanya indikator evaluasi yang dapat mengukur pertumbuhan, berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, stamina, hingga perkembangan prestasi siswa.

Bagus mengatakan, hasil evaluasi tersebut nantinya dapat dituangkan dalam laporan perkembangan setiap siswa. Laporan itu diharapkan menjadi gambaran mengenai dampak MBG terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak.

“Intinya tidak membebani kepala sekolah atau guru. Paling tidak setiap sekolah memiliki contoh laporan perkembangan mengenai dampak makan bergizi gratis terhadap stamina dan tumbuh kembang anak-anak kita,” katanya.

Pemkot Balikpapan berharap MBG tidak hanya menjadi program penyediaan makanan bagi siswa. Tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar anak.***

Penulis: Samsul

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses