Puluhan UMKM Ikuti Program DIGDAYA, BI Balikpapan Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Bank Indonesia Balikpapan mempercepat penguatan UMKM di Kalimantan Timur melalui program digitalisasi usaha, pengembangan ekspor, hingga penguatan ketahanan pangan daerah sepanjang 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor penting. Utamanya alam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap inklusif dan berkelanjutan.
“UMKM punya kontribusi besar terhadap ekonomi daerah karena jumlah pelaku usahanya besar. Serapan tenaga kerjanya tinggi, dan dampaknya langsung terasa ke masyarakat,” ujar Robi Ariadi.
BI Balikpapan Kurasi 45 UMKM Masuk Program DIGDAYA
Salah satu program utama yang disiapkan tahun ini yakni DIGDAYA UMKM atau program onboarding digital bagi pelaku usaha.
Program tersebut mulai dibuka pada 20 Mei 2026 untuk membantu UMKM masuk ke pasar digital sekaligus memperluas akses pemasaran.
Dari total 160 UMKM hasil rekomendasi pemerintah daerah, Otorita IKN, hingga korporasi pembina UMKM, BI Balikpapan menetapkan 45 UMKM terpilih mengikuti program tersebut.
Tahapan pendampingan berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026 melalui sesi asistensi dan one on one session sesuai kebutuhan masing-masing peserta. Selanjutnya, monitoring dilakukan hingga Oktober 2026 melalui monthly meeting untuk memantau perkembangan implementasi bisnis digital UMKM.
Selain digitalisasi, BI Balikpapan juga menyiapkan Workshop Ekspor UMKM mulai Juni hingga Oktober 2026 bekerja sama dengan Export Center Balikpapan guna memperkuat kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
Dorong Ketahanan Pangan dan Smart Farming
Di sektor pangan, BI Balikpapan juga menjalankan program TANI CAMP untuk memperkuat klaster ketahanan pangan daerah.
Program ini berisi workshop pengelolaan usaha tani mulai dari pengelolaan input, budidaya, hingga pascapanen dengan konsep good agricultural practice (GAP).
Selain transfer pengetahuan dari para ahli, petani juga mendapat pendampingan berkelanjutan serta bantuan sarana produksi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan produktivitas hasil panen.
Tiga UMKM Balikpapan Lolos IKRA Nasional
Di sisi lain, dalam keterangan pers terbarunya, BI Balikpapan juga terus mendorong UMKM daerah masuk ke ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).
Pada seleksi IKRA Indonesia 2026, tiga UMKM binaan BI Balikpapan berhasil lolos tingkat nasional. Yakni Hharum dan Rumah Ampiek di sektor modest fashion serta Kampoeng Timoer di sektor halal food.
Selain itu, tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan juga berhasil lolos ke tahap regional Kalimantan dalam Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara”. Ini merupakan acara inisiasi dari Bank Indonesia bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).
Untuk memperluas promosi produk UMKM, BI Balikpapan juga akan menggelar dua agenda besar tahun ini. Di antaranya PESAN (Pekan Ekonomi Syariah Nusantara) pada 27–28 Juni 2026 serta Mahligai Nusantara 2026 pada September mendatang.***
BACA JUGA
