Film “Keluarga Suami adalah Hama” Disambut Penonton Balikpapan, Angkat Realita Generasi Sandwich

Pemeran karakter Sisi, Fairuz A. Rafiq, mengaku langsung tersentuh sejak pertama membaca skenario film tersebut. Ia menilai cerita yang dibangun terasa kuat secara emosional karena menggambarkan dinamika keluarga secara utuh. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Persoalan keluarga, tekanan ekonomi, hingga hubungan mertua dan pasangan muda menjadi tema yang terasa dekat bagi banyak penonton saat film Keluarga Suami adalah Hama tayang di XXI E-Walk Balikpapan, Jumat (22/5/2026).

Film garapan sutradara Anggy Umbara itu mendapat sambutan hangat dari penonton Balikpapan karena dinilai relate dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia, terutama generasi muda yang menghadapi tekanan ekonomi sekaligus tuntutan keluarga besar.

Angkat Realita Generasi Sandwich

Usai pemutaran film, Anggy Umbara mengatakan cerita dalam film lahir dari kondisi sosial yang banyak dialami pasangan muda saat ini.

Menurut dia, fenomena generasi sandwich membuat banyak keluarga muda harus menanggung kebutuhan anak, orang tua, hingga saudara dalam waktu bersamaan.

“Yang paling penting dalam keluarga itu bagaimana semua bisa berjalan sesuai fungsinya masing-masing. Ada batasan yang harus dipahami bersama, baik sebagai pasangan, orang tua, mertua, maupun anggota keluarga lainnya. Kalau semua memahami perannya, keluarga bisa menjadi harmonis,” ujar Anggy.

Ia menyebut persoalan tersebut menjadi isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

“Fenomena sandwich generation ini nyata terjadi di Indonesia. Banyak pasangan muda yang berjuang bertahan sambil menanggung kebutuhan keluarga besar,” katanya.

Meski mengangkat konflik keluarga yang cukup berat, film tersebut dikemas dengan pendekatan emosional yang ringan dan dekat dengan keseharian penonton.

“Reaksinya hangat sekali. Banyak yang merasa relate dengan cerita dan karakter di film ini. Bahkan ada yang langsung curhat setelah menonton,” ujar Anggy sambil tertawa.

Fairuz: Banyak Pelajaran Tentang Saling Memahami

Pemeran karakter Sisi, Fairuz A. Rafiq, mengaku langsung tersentuh sejak pertama membaca skenario film tersebut. Ia menilai cerita yang dibangun terasa kuat secara emosional karena menggambarkan dinamika keluarga secara utuh.

“Baru baca skenarionya saja emosinya sudah campur aduk. Setelah jadi film dan ditonton penuh, feel setiap adegannya benar-benar sampai. Cerita ini sangat relate dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Fairuz.

Menurut dia, film tersebut tidak mencoba menyalahkan satu pihak tertentu, melainkan mengajak penonton memahami sudut pandang masing-masing anggota keluarga.

“Film ini mengajarkan bahwa semua orang ingin dipahami. Suami ingin dimengerti, istri juga begitu, termasuk hubungan dengan mertua dan keluarga besar. Banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang setelah menonton,” katanya.

Fairuz juga mengaku kembali mendalami kemampuan akting setelah cukup lama vakum dari dunia hiburan demi memerankan karakter Sisi secara maksimal.

“Saya banyak belajar lagi memahami karakter, membaca keseluruhan cerita, bukan hanya adegan saya saja. Mas Anggy juga membantu membangun emosi dan karakter Sisi,” ujarnya.

Tak Pasang Target Muluk

Terkait target jumlah penonton, Anggy mengaku tidak memasang angka khusus meski berharap film tersebut bisa diterima luas oleh masyarakat.

“Kalau keinginan tentu ada. Secara umum film dianggap sukses kalau tembus satu juta penonton. Tapi bagi kami, yang terpenting film ini bisa diterima dan memberikan makna bagi penonton,” katanya.

Melalui film Keluarga Suami adalah Hama, Anggy berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga bisa melihat pentingnya komunikasi, empati, dan saling memahami dalam kehidupan keluarga.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses