Rahmad Mas’ud: Balikpapan Bukan Kota Minyak, Kekuatannya Ada di Jasa dan UMKM

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Balikpapan saat ini tidak bertumpu pada kepemilikan sumber daya minyak dan gas, melainkan pada sektor jasa, industri, perdagangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Balikpapan saat ini tidak bertumpu pada kepemilikan sumber daya minyak dan gas. Ia bilang kota ini tumbuh dengan sektor jasa, industri, perdagangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

Menurut Rahmad, masih banyak masyarakat yang menganggap Balikpapan sebagai daerah penghasil minyak. Padahal, cadangan minyak dan gas berada di wilayah sekitar seperti Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Balikpapan lebih berperan sebagai pusat pengolahan dan aktivitas ekonomi yang mendukung sektor energi tersebut.

“Balikpapan bukan daerah yang kaya karena memiliki sumber daya minyak. Kita adalah kota jasa dan industri. Selama ini masyarakat sering menganggap Balikpapan sebagai kota minyak, padahal yang memiliki sumber daya tersebut berada di daerah tetangga. Balikpapan diuntungkan karena memiliki fasilitas pengolahan dan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendukung sektor tersebut,” ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi Balikpapan terus bergerak ke arah yang lebih beragam. Selain industri pengolahan, sektor perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini menjadi motor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi kota.

Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan kapasitas UMKM agar mampu berkembang. Serta menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rahmad menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan atau akses pemasaran. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting agar pelaku usaha mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kami ingin UMKM Balikpapan naik kelas. Yang paling penting adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Pelaku usaha dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memasarkan produknya secara lebih luas melalui berbagai platform digital yang kini semakin berkembang.

Dengan memperkuat sektor jasa, industri, ekonomi kreatif, dan UMKM, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus terjaga sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Rahmad berharap strategi tersebut membuat Balikpapan semakin mandiri dan tidak bergantung pada sektor sumber daya alam semata.***

Penulis: Samsul
Editor: Donny Moslem

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses