Rahmad Mas’ud Desak Wali Kota Se-Kalimantan Satukan Visi Sambut Lompatan IKN

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud (foto : Inibalikpapan)

PONTIANAK, Inibalikpapan.com — Suasana Ballroom Hotel Novotel Pontianak mendadak penuh dengan kehangatan diplomasi tingkat tinggi, Jumat (22/5/2026) malam.

Para kepala daerah dari berbagai kota di Pulau Borneo duduk semeja dalam jamuan makan malam resmi (gala dinner) sebagai pembuka rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan.

Di balik obrolan santai dan suguhan kuliner khas Melayu, tersimpan agenda besar: mengunci kolaborasi taktis antardaerah demi mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur Kalimantan.

Rahmad Mas’ud: Kalimantan Bukan Lagi Sekadar Wilayah Penyangga!

Delegasi Pemerintah Kota Balikpapan dipimpin langsung oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud. Dalam momentum strategis tersebut, Rahmad menegaskan bahwa dinamika geopolitik nasional telah bergeser total seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Benua Etam.

Oleh karena itu, solidaritas dan kesamaan visi antar-wali kota di Kalimantan menjadi harga mati agar kue pembangunan tidak hanya menumpuk di satu titik.

“Forum Apeksi ini bukan sekadar ajang seremonial silaturahmi kepala daerah. Ini adalah ruang krusial untuk menyatukan visi masa depan ekosistem Kalimantan. Kehadiran IKN memaksa kita keluar dari zona nyaman. Kalimantan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai wilayah penyangga semata, melainkan motor utama pertumbuhan baru Indonesia,” tegas Rahmad Mas’ud

Rahmad menambahkan, hantaman arus urbanisasi, percepatan investasi, dan kebutuhan peningkatan kualitas SDM harus direspons secara kolektif. Setiap kota di Borneo memiliki karakteristik tantangan dan potensi komoditas yang berbeda, sehingga integrasi sistem menjadi kunci utama.

Godok Formula Ekonomi Hijau dan Ruang Kreatif Gen Z

Meskipun dikemas dalam suasana informal yang cair, jamuan makan malam tersebut nyatanya menjadi panggung efektif bagi para kepala daerah untuk saling melempar gagasan taktis.

Beberapa poin krusial yang sempat digodok di sela-sela jamuan antara lain:

  • Pengembangan Kota Berkelanjutan: Sinkronisasi jalur logistik dan transportasi massal antarkota di Kalimantan.
  • Penguatan Ekonomi Hijau (Green Economy): Pengelolaan lingkungan hidup yang seimbang guna meredam dampak eksploitasi alam.
  • Aktivasi Ruang Kreatif: Membuka ekosistem digital dan industri kreatif bagi generasi muda (Milenial dan Gen Z) di Kalimantan agar mampu bersaing secara global.

Sebagai kota penyangga paling siap, Balikpapan berkepentingan besar merajut sinergi ini. Rahmad menilai, keberhasilan pembangunan fisik IKN harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pendidikan, pelestarian identitas budaya lokal, dan penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah sekitar.

“Jika seluruh kota di Kalimantan bergerak seirama, maka posisi tawar pulau ini akan jauh lebih kokoh di tingkat nasional. Tidak zaman lagi ada daerah yang berjalan sendiri-sendiri secara ego sektoral. Keberhasilan Balikpapan atau Pontianak harus memberi dampak domino positif bagi kota lainnya,” pungkas Wali Kota berlatar belakang pengusaha tersebut.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses