Desa Loleng Jadi Sentra Pakan Mandiri, RPB Kukar Siap Sokong Program Makan Bergizi Gratis
KUKAR, Inibalikpapan.com — Kemandirian pangan di Kalimantan Timur selangkah lebih maju dengan mulai beroperasinya Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Fasilitas ini tidak hanya memproduksi pakan, tetapi kini terintegrasi langsung dengan peternakan ayam petelur rakyat.
Pangkas Biaya Distribusi, Dongkrak Efisiensi
Usai melakukan Soft Opening dan uji coba produksi (Production Trial Run), jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim meninjau langsung ekosistem peternakan terpadu tersebut, Rabu (13/5/2026).
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heny Purwaningsih, mengungkapkan bahwa kehadiran RPB ini adalah jawaban atas tingginya biaya produksi peternak selama ini. Sebelumnya, kebutuhan pakan harus didatangkan dari luar daerah dengan ongkos kirim yang mencekik.
“Kini dengan adanya RPB, penyediaan pakan menjadi lebih efisien karena dekat dengan sentra peternakan. Ini akan menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas peternak lokal,” ujar Heny saat melihat langsung panen telur di kandang produksi.
Target Produksi Telur Omega dan Dukungan MBG
Langkah strategis di Desa Loleng tidak hanya berhenti pada kemandirian pakan. Pengembangan industri peternakan rakyat di Kota Bangun kini diarahkan menjadi pusat produksi telur fungsional yang berkualitas tinggi.
- Kapasitas Saat Ini: Memiliki populasi sekitar 500 ekor unggas dengan produksi harian mencapai 400 butir telur omega.
- Ekspansi: Koperasi pengelola berencana menambah populasi unggas secara signifikan untuk memenuhi permintaan pasar di Kutai Kartanegara.
- Penyokong Program Nasional: Peternakan ini diproyeksikan menjadi penopang utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah, memastikan pasokan protein hewani bagi anak sekolah tersedia secara lokal dan segar.
Dampak Ekonomi Lokal dan Transfer Teknologi
Selain ketahanan pangan, RPB Pakan Ternak Desa Loleng diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Proyek ini menciptakan lapangan kerja, menjadi sarana transfer teknologi bagi peternak tradisional, serta memperkuat perputaran uang di tingkat desa. / Pemprov
BACA JUGA
