Rahmad Mas’ud: Pengisian Jabatan Eselon II Mengacu Manajemen Talenta, Bukan Sekadar Mutasi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui mutasi dan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi perangkat daerah. Sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah masih adanya sejumlah jabatan strategis yang belum terisi.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan bukan sekadar pergeseran posisi. Melainkan strategi untuk menempatkan aparatur sipil negara (ASN) sesuai kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi.
“Mutasi dan rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang memang telah direncanakan. Ada pejabat yang bergeser untuk memperkuat organisasi, sekaligus mengisi sejumlah posisi yang sebelumnya masih kosong,” ujar Rahmad, Minggu (26/7/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Elizabeth dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan.
Sementara itu, jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kini diemban Neny Dwi Winahyu yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Balikpapan.
Meski demikian, masih terdapat tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang belum terisi, yakni Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD), Sekretaris DPRD (Sekwan), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Rahmad menjelaskan, pengisian jabatan tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah Kota Balikpapan memilih menerapkan sistem Manajemen Talenta (Talent Management) sebagai dasar promosi jabatan agar setiap pejabat yang ditunjuk benar-benar memiliki kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
“Pengisiannya tetap melalui mekanisme Manajemen Talenta. Kami ingin memastikan pejabat yang dipilih benar-benar memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.
Jadi Lebih Objektif
Menurut Rahmad, penerapan Manajemen Talenta mengacu pada sistem merit yang telah ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam mekanisme tersebut, ASN yang berpeluang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan mereka yang berada pada kategori Box 7, Box 8, dan Box 9 berdasarkan hasil pemetaan kompetensi dan potensi.
“Manajemen Talenta merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang menempatkan kompetensi dan kinerja sebagai dasar promosi jabatan. Dengan sistem ini, proses pengisian jabatan menjadi lebih objektif, transparan, dan mampu menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas terbaik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sistem merit menjadi fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penempatan pejabat tidak lagi semata didasarkan pada senioritas, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak, integritas, serta kemampuan memimpin organisasi.
Rahmad berharap penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi ini dapat meningkatkan efektivitas kinerja seluruh perangkat daerah. Menurutnya, pejabat yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya akan mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Harapan kami, seluruh perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal setelah penyegaran ini. Yang paling utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan program pembangunan dapat berjalan sesuai target,” tegasnya.
Ia juga memastikan proses pengisian tiga jabatan yang masih kosong akan dilakukan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Balikpapan tidak ingin terburu-buru. Tetapi memastikan pejabat yang terpilih benar-benar mampu menjalankan amanah dan menjawab tantangan pembangunan kota.
Dengan penerapan Manajemen Talenta, Rahmad optimistis kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan akan semakin profesional, adaptif, dan siap mendukung percepatan pembangunan.
Menurutnya, aparatur yang kompeten menjadi modal utama untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni, kompetitif, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
