RDTR Balikpapan Barat Direvisi, Pemkot Bidik Kepastian Investasi hingga Penataan Pesisir

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat penyusunan revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Kecamatan Balikpapan Barat. Dokumen ini ditargetkan menjadi pijakan penataan wilayah sekaligus memberikan kepastian pemanfaatan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha hingga 20 tahun mendatang.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan revisi RDTR diperlukan karena posisi Balikpapan semakin strategis seiring perkembangan kawasan regional dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Balikpapan merupakan bagian dari Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Bontang. Di sisi lain, Balikpapan juga menjadi salah satu pintu gerbang menuju IKN dengan dukungan infrastruktur strategis seperti Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Pelabuhan Semayang.

“Balikpapan juga menjadi bagian dari strategi Tiga Kota dalam pengembangan IKN sebagai superhub ekonomi. Balikpapan berperan sebagai pusat logistik dan perdagangan antarwilayah maupun inter-regional serta pusat pengembangan industri,” kata Bagus, Kamis 17 September 2026.

RDTR Ditargetkan Beri Kepastian Investasi

Menurut Bagus, revisi RDTR harus mampu menjawab kondisi dan kebutuhan wilayah saat ini. Dokumen tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi aturan tata ruang, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat dan investor dalam pemanfaatan lahan.

Dengan RDTR yang lebih sesuai dengan perkembangan wilayah, proses perizinan yang berkaitan dengan tata ruang diharapkan menjadi lebih jelas dan terukur.

Melalui konsultasi publik, Pemkot Balikpapan sekaligus menjaring berbagai persoalan, potensi, tekanan hingga kebutuhan ruang yang dirasakan masyarakat dan pemangku kepentingan di Balikpapan Barat.

Masukan tersebut akan menjadi bahan dalam menentukan arah pengembangan kawasan serta prioritas penanganan wilayah untuk jangka panjang.

Zonasi Pesisir Masih Jadi Persoalan

Salah satu isu yang mencuat dalam penyusunan revisi RDTR adalah penataan kawasan pesisir Balikpapan Barat.

Bagus menyebut pengelolaan wilayah laut memiliki pembagian kewenangan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Namun, persoalan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut.

“Permasalahan yang paling utama ada di daerah pesisir. Sampai sekarang kita juga belum melihat zonasi pesisir dan pulau-pulau kecil itu ditetapkan,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi penting karena arah pemanfaatan ruang di kawasan pesisir akan berkaitan dengan pengembangan wilayah, aktivitas masyarakat hingga kepastian bagi kegiatan usaha.

Jalan Letjen Suprapto Disorot

Selain kawasan pesisir, infrastruktur jalan di Balikpapan Barat juga menjadi perhatian Pemkot.

Bagus menyoroti kondisi Jalan Letjen Suprapto yang dinilai membutuhkan penataan, termasuk pelebaran jalan dan pembangunan trotoar.

Penataan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperbaiki kualitas kawasan dan wajah Balikpapan Barat.

Namun, rencana tersebut tidak lepas dari persoalan pembebasan lahan. Karena itu, pemahaman dan dukungan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam proses penataan.

“Kalau trotoarnya bagus dan jalannya juga bagus, tentu akan memperindah kondisi yang ada di Balikpapan Barat,” kata Bagus.

Warga Diminta Aktif Beri Masukan

Pemkot Balikpapan meminta tokoh masyarakat dan unsur kelurahan turut memberikan masukan dalam penyusunan revisi RDTR.

Konsultasi publik diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan rencana pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, RDTR yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjawab persoalan ruang yang dihadapi warga.

Pemkot menargetkan revisi RDTR Balikpapan Barat nantinya menjadi acuan pembangunan kawasan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan ekonomi dan investasi di tengah semakin strategisnya posisi Balikpapan sebagai penyangga IKN.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses