Kabut Asap Kaltim Mengkhawatirkan, Pemprov Berlakukan Belajar Daring dan Imbau Pakai Masker

Pakai Masker
Pakai Masker / ilustrasi

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino dan musim kemarau mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Tak hanya mengancam lingkungan, kualitas udara yang memburuk akibat asap karhutla juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kaltim mengeluarkan kebijakan pembelajaran secara daring atau dari rumah bagi siswa SMA, SMK dan sederajat. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap masyarakat.

“Adanya kabut asap yang melanda wilayah Provinsi Kaltim, kita telah mengeluarkan kebijakan agar siswa-siswi melakukan daring, serta kebijakan menggunakan masker bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah. Itu juga sudah kita lakukan,” kata Seno Aji usai memimpin Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Halaman Belakang Kantor KSOP Kelas I Samarinda, Kamis (17/9/2026), dikutip dari IG Pemprov.

Hotspot Karhutla Kaltim Menurun

Seno menyebut perkembangan titik panas atau hotspot karhutla di Kaltim saat ini menunjukkan tren penurunan.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai kualitas udara karena kondisi kabut asap di Kaltim tidak hanya dipengaruhi kebakaran yang terjadi di dalam daerah.

Pergerakan asap dari wilayah provinsi lain juga dapat memengaruhi kondisi udara di sejumlah wilayah Kaltim.

“Namun demikian, Pemprov Kaltim terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Kaltim agar dapat melakukan pencegahan karhutla di daerah masing-masing,” ujarnya.

Warga Diminta Tak Memicu Kebakaran

Seno menegaskan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Peran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang vegetasinya mulai mengering.

“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas dan kondisi kabut asap di wilayah Kaltim sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat,” tandasnya.

Pemprov Kaltim juga terus mendorong sosialisasi pencegahan karhutla di berbagai wilayah sebagai langkah untuk menekan potensi kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses