Realisasi Pendapatan Capai Rp4,07 Triliun, Pemkot Balikpapan Catat SILPA Rp479,23 Miliar
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mencatat kinerja anggaran yang cukup solid sepanjang Tahun Anggaran 2025. Meski realisasi pendapatan daerah belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan, pengelolaan belanja yang terukur membuat pemerintah daerah tetap menutup tahun anggaran dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp479,23 miliar.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menjelaskan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara pendapatan, belanja, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.
“Berdasarkan laporan realisasi anggaran, target pendapatan daerah pada 2025 ditetapkan sebesar Rp4,75 triliun. Hingga akhir tahun, realisasi pendapatan mencapai Rp4,07 triliun atau sekitar 85,7 persen dari target yang telah ditetapkan,” jelas Bagus, Rabu (24/6/2026).
Di sisi belanja, alokasi belanja operasi mencapai Rp3,13 triliun dengan tingkat realisasi sebesar 87,23 persen. Sisa anggaran belanja operasi tercatat sebesar Rp405,47 miliar. Belanja operasi tersebut mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, hibah, serta bantuan sosial yang mendukung pelayanan publik dan roda pemerintahan.
Sementara itu, belanja modal yang menjadi instrumen utama pembangunan fisik daerah dialokasikan sebesar Rp1,49 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur, mulai dari pengadaan tanah, peralatan dan mesin, pembangunan gedung dan bangunan, hingga pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan.
Porsi terbesar belanja modal berada pada sektor jalan, irigasi, dan jaringan yang mencapai Rp887,33 miliar. Anggaran ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kota.
Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp12,05 miliar dengan realisasi mencapai 87,70 persen. Dana tersebut digunakan untuk penanganan keadaan darurat, termasuk bencana longsor, bantuan sosial bagi masyarakat terdampak, serta bantuan bagi korban kebakaran.
“Pada pos belanja transfer, pemerintah mengalokasikan Rp3 miliar untuk bantuan keuangan kepada sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Aceh yang terdampak bencana alam,” akunya.
Dalam aspek pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya mencapai Rp614,74 miliar. Sementara itu, tidak terdapat pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan selama tahun anggaran berjalan.
Adapun SILPA Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp479,23 miliar berasal dari berbagai komponen, antara lain kas pada bendahara pengeluaran dan penerimaan daerah serta BLUD puskesmas sebesar Rp80,62 miliar, kas BOS reguler Rp1,89 miliar, serta sisa dana transfer pusat sebesar Rp52,19 miliar.
Bagus menegaskan, bahwa sisa anggaran tersebut akan menjadi modal fiskal penting dalam mendukung keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik pada tahun berikutnya.
“Pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara akuntabel, efektif, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Balikpapan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar pembangunan berjalan lebih optimal, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan kota yang berkelanjutan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
