Sebagian Besar Kaltim Masuki Curah Hujan Rendah di Akhir April 2026, Waspada Hujan Tinggi di Kutai Barat

Prakiraan Cuaca Kaltim Akhir April 2026
Prakiraan Cuaca Kaltim Akhir April 2026 (foto : BMKG/Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca untuk Dasarian III (sepuluh hari terakhir) April 2026. Secara umum, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami penurunan intensitas hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa curah hujan di Kaltim akan didominasi kategori rendah, yakni berkisar antara 0–50 mm.

Dominasi Sifat Hujan Bawah Normal

Berdasarkan analisis deterministik, sifat hujan di Benua Etam diperkirakan berada pada kategori Bawah Normal. Artinya, curah hujan yang turun hanya mencapai 31–84 persen dari kondisi rata-rata normalnya.

“Namun, ada pengecualian untuk sebagian kecil wilayah di Kabupaten Paser bagian barat daya dan Kabupaten Berau bagian timur yang diprediksi masih berada pada kategori normal (85–115 persen),” ujar Riza dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Potensi Hujan Menengah hingga Tinggi di Wilayah Barat

Meski mayoritas wilayah Kaltim mulai kering, masyarakat di bagian barat Kaltim dihimbau tetap waspada. Wilayah tersebut memiliki peluang curah hujan kategori menengah (50–150 mm) dengan probabilitas kejadian di atas 70 persen.

Beberapa titik yang diprakirakan mengalami curah hujan menengah (50–100 mm) meliputi:

  • Kabupaten Mahakam Ulu
  • Kabupaten Paser
  • Sebagian Kutai Barat bagian barat
  • Sebagian Kutai Timur bagian utara

Bahkan, terdapat potensi curah hujan kategori Tinggi (150–200 mm) di sebagian wilayah Kutai Barat bagian tenggara dan sebagian kecil Mahakam Ulu bagian tenggara.

Titik Curah Hujan Tertinggi

Hingga saat ini, curah hujan tertinggi di Kalimantan Timur tercatat berada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, dengan akumulasi mencapai 161 mm.

BMKG menghimbau masyarakat dan instansi terkait untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, terutama bagi wilayah yang masih berpotensi hujan tinggi, guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor di titik-titik rawan. / BMKG / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses