Senam di Taman Bekapai, Saat Ruang Publik Menjadi Panggung Ekonomi Kreatif Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Minggu pagi di Taman Bekapai, Balikpapan, tidak hanya diisi oleh warga yang berolahraga. Di tengah gerakan senam dan musik yang mengiringi aktivitas masyarakat, ruang publik itu berubah menjadi titik perjumpaan komunitas, pelaku usaha, serta berbagai aktivitas kreatif.
Suasana tersebut terasa dalam kegiatan Senam Bekapai Berseri Sipermata yang digelar di kawasan Taman Bekapai, Minggu pagi (9/8/2026).
Warga dari berbagai kalangan tampak mengikuti senam bersama. Aktivitas yang sederhana itu memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat berkumpul.
Bagi Ketua Ekonomi Kreatif Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat masyarakat.
Menurut dia, ekonomi kreatif tidak selalu harus hadir dalam bentuk kegiatan berskala besar. Kreativitas justru dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana yang mempertemukan masyarakat secara langsung.
Taman Bekapai menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk membangun interaksi sosial sekaligus membuka peluang ekonomi.
Ketika masyarakat berkumpul, berbagai aktivitas ikut bergerak. Pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya, komunitas memperoleh ruang untuk beraktivitas, sementara masyarakat mendapatkan pilihan kegiatan yang sehat dan menyenangkan.
Senam menjadi pintu masuk untuk membangun interaksi. Dari interaksi itu muncul komunitas. Dari komunitas dapat lahir kreativitas, dan kreativitas pada akhirnya dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi.
Konsep tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Balikpapan, sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara, memiliki peluang untuk mengembangkan pendekatan tersebut. Kota tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan pusat-pusat ekonomi, tetapi juga ruang publik yang hidup dan mampu menjadi tempat masyarakat bertemu.
Taman kota, kawasan pedestrian, ruang terbuka, hingga berbagai lokasi publik lainnya dapat menjadi panggung bagi kreativitas warga.
Kegiatan Senam Bekapai Berseri Sipermata karena itu dapat dibaca lebih jauh dari sekadar agenda olahraga Minggu pagi. Ada pesan mengenai pentingnya menjaga ruang publik agar tetap menjadi milik masyarakat—tempat orang bergerak, berinteraksi, sekaligus memperkenalkan karya dan potensi lokal.
Di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis, ruang seperti Taman Bekapai menjadi penting. Di sana, warga tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga membangun hubungan sosial.
Pada akhirnya, sebuah kota bukan hanya tentang seberapa tinggi gedungnya atau seberapa panjang jalannya. Kota juga tentang bagaimana warganya merasa memiliki ruang untuk bertemu.
Dari gerakan senam yang sederhana, tumbuh semangat kebersamaan. Dari kebersamaan, lahir peluang. Dan dari peluang itulah ekonomi kreatif dapat menemukan jalannya.
Sebab, mencintai sebuah kota tidak selalu harus melalui hal-hal besar. Kadang, cinta kepada kota tumbuh ketika warganya mau menjaga ruang bersama, menghidupkan kreativitas, dan memberi kesempatan kepada sesama untuk berkembang.
Di Taman Bekapai pagi itu, langkah-langkah kecil warga menjadi pengingat bahwa kota yang hidup adalah kota yang memberi ruang bagi masyarakatnya untuk bergerak, berkarya, dan saling menguatkan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
