Serunya Siswa di Muara Badak Dilatih Padamkan Api, PHSS Dorong Keselamatan Sejak Dini

KUKAR, inibalikpapan.com — Risiko kebakaran masih menjadi ancaman nyata di lingkungan sekolah, rumah, hingga kawasan industri. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi kondisi darurat, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) memberikan edukasi penanggulangan kebakaran kepada ratusan siswa SMKN 1 Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 Mei 2026 itu menghadirkan sekitar 250 siswa. Mereka dapat pembekalan langsung tim Emergency Response Team (ERT) PHSS. Para pelajar tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan fire blanket.

Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapat pengenalan pada konsep dasar penyebab kebakaran melalui teori segitiga api. Yakni keberadaan oksigen, bahan bakar, dan sumber panas. Dari materi itu, siswa mendapat langkah cara memutus salah satu unsur agar api dapat mereka padamkan sebelum membesar.

Sebanyak 15 siswa mendapat kesempatan mencoba langsung teknik memadamkan api menggunakan APAR dan fire blanket. Praktik lapangan itu menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta, terutama siswa vokasi yang nantinya akan banyak berhadapan dengan peralatan kerja dan lingkungan berisiko tinggi.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti simulasi dan memahami langkah-langkah dasar penanganan kebakaran yang penting mereka terapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat.

Meminimalisasi Risiko

Kepala SMKN 1 Muara Badak, Syifa Hanum Budiawati, mengapresiasi pelatihan yang diberikan PHSS karena ia nilai memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PHSS yang telah memberikan pengetahuan mengenai penanganan kebakaran kepada siswa kami. Tidak hanya memberikan pemahaman teori tapi juga memberikan contoh langsung. Sehingga siswa kami dapat mengimplementasikan ilmu tersebut,” ujarnya.

Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, mengatakan keterampilan dasar penanggulangan kebakaran penting masyarakat miliki sejak dini untuk meminimalisasi risiko kecelakaan maupun kerugian yang lebih besar.

“Keterampilan dalam menangani kebakaran akan membantu upaya bersama untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dan lingkungan dari potensi bahaya kebakaran,” katanya.

Menurut Iva, edukasi keselamatan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan harmonis. Terutama dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi migas Muara Badak.

Ia menilai peningkatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, penting untuk mendukung lingkungan yang aman sekaligus menopang keberlanjutan sektor energi di Kalimantan Timur.

Sebelumnya, PHSS juga telah menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi siswa di sekolah yang sama. Ini sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan sejak usia muda.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses