Bagus Susetyo Minta Satpol PP Intensifkan Patroli di Ruang Publik

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran aktif dalam mencegah kenakalan remaja dan konflik antarpelajar.

Menurutnya, pengawasan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga maupun sekolah, tetapi memerlukan kepedulian seluruh lingkungan tempat mereka tumbuh.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagus menyikapi peristiwa yang melibatkan pelajar di Balikpapan Timur. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam membangun lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.

“Ini bukan hanya tugas orang tua atau guru. Semua harus ikut peduli, mulai dari RT, kelurahan, kecamatan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Kalau lingkungan kita peduli, potensi masalah bisa diketahui lebih cepat,” kata Bagus, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, kepedulian lingkungan memiliki peran penting dalam mengawasi aktivitas remaja, terutama di luar jam sekolah. Dengan adanya komunikasi yang baik antarwarga, berbagai persoalan yang berpotensi memicu konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi tindakan yang merugikan.

Bagus menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus mengoptimalkan langkah pencegahan melalui pengawasan di ruang-ruang publik. Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meningkatkan patroli secara persuasif di lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja.

“Satpol PP memang rutin melakukan pengawasan. Namun kami berharap pengawasan itu juga menyentuh aktivitas anak-anak kita, sehingga potensi masalah bisa diketahui lebih awal,” ujarnya.

Lebih Humanis dan Edukatif

Selain pengawasan di ruang publik, Bagus meminta sekolah memperkuat pembinaan karakter melalui guru, khususnya tenaga Bimbingan dan Konseling (BK).

Menurutnya, guru perlu membangun kedekatan dengan peserta didik agar mampu memahami persoalan yang mereka hadapi, baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulan.

Ia menilai guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi tempat bagi siswa untuk berkonsultasi ketika menghadapi persoalan. Dengan demikian, penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih humanis dan edukatif.

Bagus juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Nilai disiplin, saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab harus terus ditanamkan agar menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita semua hadir untuk anak-anak kita. Ketika keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah saling mendukung, maka kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang mereka,” tuturnya.

Ia berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Balikpapan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja. 

Menurutnya, keberhasilan membangun kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses