Tim basarnas saat melakukan veakuasi korban

Tiga Pekerja Kapal Tewas Setelah Hirup Gas Beracun Dalam Palka Kapal

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tiga pekerja kapal tewas diduga setelah  menghirup gas beracun. Ketiga korban sebelumnya terjebak dalam  palka kapal MT Nur Hasanah. Kapal ini mengangkut CPO kelapa sawit yang sedang sandar di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Kelas A Balikpapan, Basri mengatakan, awalnya mendapat informasi dari anggota Polairud Polda Kaltim, terkait insiden memilukan itu.

“Kami terima informasi kejadian membahayakan terhadap 3 orang pekerja di  kapal  MT Nur Hasanah dari Bapak Dedi Sucipto anggota Polairud Polda Kaltim sekitar pukul 16.45 Wita,” ujarnya, Minggu (23/01/2023).

Setelah menerima informasi tersebut, kemudian tim gabungan bersama relawan diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan tiga korban tersebut.

Di Lokasi kejadian, tim bersama dengan relawan berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban dimana para korban  terjebak di dalam palka kapal,” katanya.

Ketiga korban yang tewas tersebut yakni Arif, La Uzi, dan Langkole  merupakan buruh harian. Ketiganya setelah dilakukan evakuasi langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara.

Korban yang dievakuasi

“Evakuasi ketiga korban berhasil dengan menggunakan webbing, kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara,” ujar Komandan Regu SAR Balikpapan, Dwi Adi.

Kata dia, saat melakukan evakuasi, diketahui dalam palka kapal tidak menggunakan safety. Mereka masuk untuk mengambil sampel minyak, sementara di dalam suhu panas.

“Jadi kalau kita melihat para korban masuk ke dalam palka kapal tidak safety sama sekali, ini berbahaya,” ujarnya.

Dari 5 orang pekerja, tiga pekerja yang  masuk ke dalam palka kapal dan 2 pekerja lainnya menunggu diatas. Saat masuk diduga menghirup gas beracun berupa Hidrogen Sulfida.

Comments

comments

Baca juga ini :  Pasien Positif Corona di Kaltim Bertambah 2 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.