Diadaptasi dari Buku Mega Best-Seller, ‘Filosofi Teras’ Segar Hadir dalam Format Film
JAKARTA, inibalikpapan.com – Setelah menjadi salah satu buku pengembangan diri terlaris di Indonesia, Filosofi Teras karya Henry Manampiring resmi diadaptasi ke layar lebar.
MD Pictures memperkenalkan teaser poster dan trailer perdana film tersebut dalam peluncuran di CGV Grand Indonesia. Ini bertepatan dengan perayaan cetakan ke-100 buku yang telah terjual lebih dari 500 ribu eksemplar sejak terbit pada 2018.
Berbeda dari bukunya yang berbentuk nonfiksi, film Filosofi Teras menghadirkan kisah drama keluarga yang mengangkat nilai-nilai Stoikisme melalui konflik kehidupan sehari-hari. Penonton dapat memahami bagaimana mengelola emosi, menerima kenyataan, dan menghadapi persoalan hidup dengan lebih rasional.
Henry Manampiring mengaku senang melihat esensi bukunya berhasil diterjemahkan ke dalam sebuah cerita yang dekat dengan realitas masyarakat.
“MD Pictures berhasil menangkap esensi dan semangat Filosofi Teras dalam konteks keluarga. Kami terus berkonsultasi untuk memastikan film ini tidak mengecewakan jutaan pembaca setianya,” ujar Henry.
Arahan Sutradara Affandi Abdul Rachman
Film ini di bawah arahan sutradara Affandi Abdul Rachman, yang sebelumnya terkenal lewat film Negeri 5 Menara. Menurut Affandi, proses adaptasi ia lakukan dengan pendekatan yang sangat personal agar pesan Stoikisme tetap terasa kuat.
“Saya bertanya pada diri sendiri, pelajaran apa yang paling membekas setelah membaca buku ini? Dari sana, saya mencoba menerjemahkannya menjadi cerita yang jujur dan relevan,” katanya.
Menghadirkan Sherina Munaf
Sherina Munaf mendapat kepercayaan memerankan tokoh utama bernama Nea. Karakter tersebut tergambar sebagai perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga setelah sang ayah meninggalkan utang ratusan juta rupiah yang harus ia lunasi dalam waktu dua bulan.
Sebagai sosok perfeksionis, Nea berusaha menyelesaikan seluruh persoalan seorang diri hingga akhirnya menyadari bahwa tidak semua hal berada dalam kendalinya. Konflik inilah yang menjadi ruang untuk memperkenalkan ajaran Stoikisme kepada penonton secara emosional.
Sherina mengaku memiliki kedekatan dengan pesan yang diangkat dalam film tersebut.
“Dari Stoicism, aku banyak belajar tentang meregulasi emosi. Begitu tahu buku ini akan difilmkan, aku langsung penasaran dan ikut screen test untuk peran Nea,” ujar Sherina.
Melalui perpaduan drama keluarga dan filosofi kehidupan, Filosofi Teras diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menguras emosi, tetapi juga menghadirkan refleksi bagi penonton tentang pentingnya menerima hal-hal yang berada di luar kendali, tanpa kehilangan semangat untuk terus berjuang menghadapi kehidupan.***
Penulis: Donny Moslem
Sumber: Suara
Editor: Donny
BACA JUGA
