WFH ASN Balikpapan 2026: Wawali Bagus Susetyo Pastikan Mall Pelayanan Publik Tetap Buka Normal
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan bahwa penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menjadi penghalang bagi kebutuhan masyarakat. Aktivitas di pusat-pusat layanan, khususnya Mall Pelayanan Publik (MPP) Balikpapan, dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Wali Kota (Wawali) Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa kebijakan ini murni merupakan pengaturan sistem kerja internal untuk menjaga produktivitas, namun pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan.
Sistem Rotasi Cegah Kekosongan Layanan
Untuk mengantisipasi penumpukan berkas atau antrean, Pemkot Balikpapan telah mengatur skema rotasi petugas secara ketat. Hal ini dilakukan agar setiap loket perizinan dan administrasi tetap memiliki petugas yang siaga di lapangan.
“Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap prioritas. Kami pastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan dengan mudah, terutama di MPP yang setiap hari tetap beroperasi,” ujar Bagus Susetyo.
Bahkan, Wali Kota menekankan bahwa pada hari Jumat—saat WFH berjalan—pelayanan publik tetap dibuka seperti biasa untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait administrasi dan perizinan.
WFH sebagai Tantangan Profesionalisme
Bagus Susetyo memandang kebijakan kerja fleksibel ini sebagai ujian bagi ASN untuk membuktikan kinerja yang cepat, tepat, dan profesional. Ia tidak ingin muncul stigma di masyarakat bahwa WFH identik dengan penurunan performa pemerintah.
“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Kami tidak ingin ada kesan bahwa WFH mengurangi kinerja. Justru ini menjadi tantangan bagi kami untuk memberikan layanan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dorong Digitalisasi Tanpa Abaikan Layanan Tatap Muka
Selain mengoptimalkan kehadiran fisik di MPP, Pemkot Balikpapan terus mendorong warga untuk memanfaatkan layanan digital. Meski demikian, Bagus memastikan bagi warga yang belum melek teknologi atau membutuhkan konsultasi langsung, layanan tatap muka akan selalu tersedia dengan prosedur yang tertib.
Dengan komitmen ini, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya menciptakan ekosistem kerja yang adaptif namun tetap responsif terhadap segala kebutuhan warga Kota Beriman.
BACA JUGA
