Lewat Program GAMAS, Pemkot Balikpapan Dorong Ayah Lebih Terlibat Dampingi Anak

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Balikpapan dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak.

Pemerintah Kota Balikpapan mengajak para ayah mengantar anak ke sekolah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Ini sebagai simbol keterlibatan aktif dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026. Itu tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Di Balikpapan, kebijakan itu diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 400.9.12.1/1513/E/SETDA tertanggal 27 Juni 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengatakan GAMAS bukan sekadar kegiatan mengantar anak ke sekolah. Ia bilang ini upaya membangun budaya pengasuhan yang melibatkan ayah secara lebih aktif.

“Melalui GAMAS, kami ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah menjadi bentuk dukungan moral. Utamanya yang dapat memberikan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri bagi anak saat memasuki lingkungan belajar,” ujarnya.

Menurut Nursyamsiarni, selama ini peran ayah dalam aktivitas pendidikan anak masih relatif lebih kecil dibandingkan ibu. Karena itu, pemerintah mendorong perubahan pola pengasuhan agar ayah semakin hadir dalam berbagai tahapan kehidupan anak.

Ia menjelaskan, kehadiran ayah bukan hanya memberikan dukungan psikologis, tetapi juga memperkuat hubungan emosional di dalam keluarga. Komunikasi yang terbangun sejak dini diyakini mampu membentuk karakter anak menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab.

Minta Sosialisasi ke Orang Tua

Pelaksanaan GAMAS di Balikpapan melibatkan seluruh satuan pendidikan yang telah diminta menyosialisasikan program tersebut kepada orang tua. Pemerintah Kota juga memberikan dispensasi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang mengantar anaknya ke sekolah pada hari pertama, dengan tetap menjaga kelancaran pelayanan publik.

Agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, DP3AKB bersama perangkat daerah melakukan koordinasi, pemantauan, dan dokumentasi pelaksanaan di lapangan. Camat, lurah, hingga ketua RT turut dilibatkan untuk menyosialisasikan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui berbagai forum kemasyarakatan.

“Kami berharap GAMAS menjadi awal dari kebiasaan baik yang terus berlanjut. Peran ayah tidak berhenti saat mengantar anak di hari pertama sekolah, tetapi terus hadir dalam mendampingi proses belajar, memberikan perhatian, dan membangun komunikasi yang hangat di rumah,” kata Nursyamsiarni.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam kehidupan anak. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting. Utamanya untuk membangun keluarga yang harmonis sekaligus mencetak generasi yang berkarakter, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.***

Penulis: Samsul

Editor: Donny M.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses