17 Tahun e-Walk, Jadi Representasi Kemajuan Kota Balikpapan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Tujuh belas tahun menjadi perjalanan panjang bagi e-Walk Balikpapan. Keberadaan e-Walk 17 tahun dan 11 tahun Pentacity mall jadi representasi kemajuan kota Balikpapan.
Dalam rentang waktu tersebut, pusat perbelanjaan yang berdiri di kawasan Balikpapan Superblock itu menjadi saksi perjalanan banyak warga, dari sekadar tempat bertemu hingga menjadi bagian dari kehidupan keluarga.
Direktur Utama PT Wulandari Bangun Laksana, Tjia Daniel Wirawan, menggambarkan perjalanan 17 tahun e-Walk dengan cara sederhana. Ia membayangkan orang-orang yang dahulu datang sebagai pasangan muda, bahkan masih sendiri, kemudian menikah, memiliki anak, dan kembali datang bersama keluarga mereka.
“17 tahun itu waktu untuk mengenalkan dan bercerita. Saya membayangkan banyak orang yang 17 tahun lalu datang ke e-Walk, mungkin masih single, kemudian menikah, punya anak, lalu anaknya dibawa berjalan-jalan ke e-Walk. Sekarang anak-anaknya sudah besar,” ujar Daniel saat syukuran 17 tahun Mall e-Walk Balikpapan, di area atrium, Rabu siang (9/9/2026).
Menurut dia, perjalanan e-Walk bersama Pentacity tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Balikpapan. Kedua pusat perbelanjaan tersebut telah menjadi bagian dari pembangunan sekaligus kehidupan masyarakat kota.
Daniel menyebut keberadaan pusat perbelanjaan bukan hanya berkaitan dengan aktivitas konsumsi. Kehadirannya juga dapat menjadi salah satu indikator perkembangan sebuah kota karena berperan dalam menggerakkan perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Bersama adiknya, Pentacity, e-Walk telah menjadi bagian penting dari pembangunan Kota Balikpapan dan kehidupan warga Kota Balikpapan,” katanya.
Ia menilai e-Walk dan Pentacity juga merepresentasikan kemajuan dan modernisasi Balikpapan. Karena itu, bertambahnya usia tidak boleh membuat pusat perbelanjaan berhenti beradaptasi.
“Semakin besar kotanya, semakin tinggi perkembangannya, semakin modern kotanya. Buat kami, e-Walk dan Pentacity, dengan semakin bertambahnya usia, bukan berarti kami berhenti untuk berubah,” tutur Daniel.
Terus Berubah agar Tetap Relevan
Daniel menegaskan perubahan merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Karena itu, pengelola terus melakukan pembenahan untuk memastikan e-Walk dan Pentacity tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas pelayanan serta memperbarui komposisi tenant. Pengelola tidak hanya mempertahankan tenant yang sudah ada, tetapi juga menghadirkan berbagai pilihan baru, termasuk kuliner dan fesyen.
Di Pentacity, misalnya, pengelola terus menghadirkan tenant makanan berskala nasional serta sejumlah tenant fesyen baru. Kehadiran berbagai tenant tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Tenant-tenant ini menjadi salah satu bagian yang paling cepat memberikan respons terhadap perkembangan zaman. Karena itu, kami terus berusaha menghadirkan sesuatu yang baru,” kata Daniel.
Selain tenant yang sudah berjalan, sejumlah gerai baru juga disiapkan. Pengelola menyebut beberapa nama seperti Mr. DIY dan Chip yang direncanakan segera beroperasi, disusul sejumlah tenant lainnya.
Pengelola juga menyiapkan kehadiran Subway, 7-Eleven dan Stop pada tahap berikutnya, serta sejumlah bisnis lokal yang tengah berkembang di Balikpapan.
Tak berhenti di sektor kuliner dan fesyen, pengelola juga menyiapkan berbagai pilihan rekreasi dan hiburan untuk memperluas fungsi kawasan tersebut.
Salah satunya adalah Rehub, ruang rekreasi yang berada di atas area bowling. Tempat tersebut dirancang sebagai ruang bersantai yang menyediakan berbagai aktivitas, mulai dari mahjong, domino, bridge hingga board game.
Konsep itu dihadirkan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga dalam suasana yang lebih santai.
Selain itu, pengelola juga berencana menghadirkan restoran Padang yang representatif. Kehadiran berbagai jenis usaha tersebut menjadi bagian dari strategi pengelola dalam memperkaya pilihan bagi pengunjung.
Mendengar Suara Pengunjung
Bagi Daniel, pembaruan sebuah pusat perbelanjaan tidak hanya ditentukan oleh keputusan pengelola. Masukan dari pengunjung menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan.
Karena itu, e-Walk dan Pentacity terus membuka ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhan, saran maupun kebutuhan mereka.
“Kami terus mendengarkan suara customer. Kalau ada keluhan, apa yang menjadi saran mereka, apa yang perlu diperbaiki dan apa yang dibutuhkan, kami sangat terbuka menerima masukan tersebut,” ujarnya.
Menurut Daniel, mempertahankan relevansi di tengah perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan tidak cukup hanya menyediakan tempat untuk berbelanja, tetapi juga perlu menjadi ruang interaksi dan aktivitas masyarakat.
Perjalanan 17 tahun e-Walk, kata dia, pada akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah pusat perbelanjaan. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan cerita tentang bagaimana sebuah ruang publik tumbuh bersama kota dan masyarakat yang menggunakannya.
Di tengah perubahan Balikpapan yang terus berlangsung, e-Walk bersama Pentacity memilih untuk terus berbenah dan beradaptasi agar tetap menjadi bagian dari keseharian warga.
Pada momentum tersebut, Daniel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan e-Walk dan Pentacity.
“Terima kasih dan apresiasi yang besar untuk tim e-Walk dan Pentacity,” katanya.
Pemkot Soroti Peran e-Walk di Tengah Perkembangan IKN
Perayaan usia ke-17 tahun, e-Walk Balikpapan mengundang tenant, bersama jajaran management Balikpapan Super Blok, serta Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma.
Ratih menyampaikan selamat dan apresiasi atas perjalanan e-Walk yang selama 17 tahun mampu mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-17 kepada e-Walk. Semoga semakin sukses, semakin berkembang, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi bagian dari perjalanan Kota Balikpapan menuju kota yang maju, modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ratih.
Menurut dia, selama hampir dua dekade, e-Walk tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan. Kehadirannya turut menghidupkan aktivitas ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta memberikan ruang bagi berbagai pelaku usaha untuk berkembang.
Peran tersebut dinilai semakin penting seiring dengan meningkatnya posisi strategis Balikpapan sebagai kota jasa, perdagangan, investasi, dan pariwisata di Kalimantan Timur.
Terlebih, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membawa perubahan terhadap dinamika ekonomi dan mobilitas masyarakat di Balikpapan. Sebagai salah satu kota penyangga utama IKN, Balikpapan menghadapi pertumbuhan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Memasuki usia ke-17, e-Walk diharapkan tidak hanya mampu bertahan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga tumbuh sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai potensi lokal.***
BACA JUGA
