Pemkot Balikpapan Buka Opsi Perluas Akses Biosolar di SPBU KM 13

Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifli

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengevaluasi penerapan skema baru penyaluran BBM bersubsidi setelah melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU pada hari pertama pemberlakuan.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan pembagian lokasi pengisian Biosolar maupun Pertalite mampu mengurai kepadatan kendaraan. Dari hasil pemantauan awal, penerapan skema tersebut belum memberikan hasil yang sama di setiap SPBU.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, mengatakan perbedaan paling terlihat pada antrean Biosolar di SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15.

Menurutnya, antrean di SPBU KM 13 justru jauh lebih lengang setelah kendaraan diarahkan berdasarkan klasifikasi berat kendaraan. Sebaliknya, kepadatan masih terlihat di SPBU KM 15.

“Untuk antrean pengisian solar di KM 13 dan KM 15, di KM 13 ini landai, bahkan sangat lengang. Antreannya sangat berkurang jauh, tetapi kita lihat masih cukup padat di KM 15,” ujar Zulkifli, Jumat (4/9/2026).

Dalam skema yang berlaku, SPBU KM 13 diprioritaskan untuk kendaraan roda enam ke atas dengan jumlah berat yang diizinkan (JBB) lebih dari 10 ton. Kendaraan tersebut umumnya merupakan armada angkutan barang.

Sementara itu, kendaraan roda enam dengan JBB di bawah 10 ton serta kendaraan roda empat diarahkan untuk mengisi Biosolar di SPBU KM 15.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Balikpapan mulai membuka kemungkinan melakukan penyesuaian agar distribusi kendaraan tidak terlalu terkonsentrasi di satu titik.

Zulkifli mengatakan, kendaraan dengan JBB 10 ton ke bawah berpeluang diperbolehkan mengisi Biosolar di SPBU KM 13 apabila kondisi antrean tetap lengang.

“Karena satu hari pemberlakuan ini kelihatan antreannya sangat longgar, nanti kita akan buka yang JBB 10 ton ke bawah juga bisa mengisi di KM 13,” paparnya.

Butuh Waktu Lihat Keseluruhan

Meski demikian, kebijakan tersebut belum ditetapkan sebagai keputusan final. Pemkot masih membutuhkan waktu untuk melihat pola antrean secara lebih menyeluruh.

“Ini masih konsep. Kita masih lanjutkan evaluasinya selama minimal seminggu,” kata Zulkifli.

Evaluasi juga mencakup penyaluran Pertalite. Pada hari pertama penerapan skema baru, antrean kendaraan roda empat terlihat meningkat di SPBU MT Haryono.

Untuk mengurangi kepadatan, Pemkot Balikpapan membuka alternatif pengisian di kawasan depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada malam hari.

“Pengisian tidak hanya di MT Haryono, tetapi kita juga buka di depan bandara. Malam sama-sama dibuka supaya antreannya bisa terbagi,” ucapnya.

Selain membagi lokasi pengisian, pemerintah meminta pengelola SPBU mengoptimalkan seluruh nozzle yang tersedia. Penambahan nozzle juga didorong untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi waktu kendaraan berada dalam antrean.

Pemkot akan melanjutkan pemantauan setidaknya selama satu pekan. Evaluasi tersebut juga akan melibatkan pengemudi, camat, lurah, serta pihak terkait lainnya agar skema penyaluran BBM bersubsidi dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses