7.908 Lowongan Kerja Luar Negeri Fiktif Diturunkan, Pemerintah Bongkar Modus Penipuan Pencari Kerja

Pemerintah menemukan dan menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif yang beredar di internet.
Pemerintah menemukan dan menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif yang beredar di internet / Inibalikpapan/AI

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Pencari kerja menjadi sasaran empuk kejahatan di ruang digital. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pemerintah menemukan dan menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif yang beredar di internet.

Penindakan tersebut dilakukan Tim Patroli Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Besarnya jumlah konten yang ditindak menunjukkan bahwa penipuan berkedok lowongan kerja masih menjadi ancaman serius, terutama bagi masyarakat yang tengah mencari peluang bekerja di luar negeri.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan ruang digital digunakan sebagai ladang untuk mengeksploitasi pencari kerja.

“Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif. Ini menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Kami tidak akan membiarkan ruang digital menjadi sarana untuk menipu pencari kerja,” ujar Meutya dalam keterangan tertulisnya.

Pemerintah Perketat Patroli Siber

Kemkomdigi bersama BP2MI akan memperkuat koordinasi untuk mempercepat penindakan terhadap konten yang terindikasi sebagai penipuan.

Meutya menegaskan, pemerintah akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan digital yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.

“Penindakan akan terus kami perkuat dan percepat bersama kementerian serta lembaga terkait. Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban,” tegasnya.

Penawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar, posisi menarik, hingga kesempatan bekerja di luar negeri kerap menjadi daya tarik bagi calon korban. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi lowongan yang ditemukan melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

Jangan Asal Serahkan Data Pribadi

Meutya mengingatkan pencari kerja agar melakukan verifikasi sebelum melamar pekerjaan, terutama dengan memastikan informasi berasal dari kanal resmi.

Langkah tersebut penting karena data pribadi yang diberikan saat proses perekrutan dapat disalahgunakan apabila lowongan tersebut ternyata palsu.

“Masyarakat juga harus memastikan informasi lowongan kerja berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data,” pungkas Meutya.

Pemerintah juga meminta masyarakat segera melaporkan konten yang mencurigakan atau diduga merupakan penipuan lowongan kerja melalui kanal pengaduan resmi.

Dengan 7.908 konten lowongan kerja luar negeri fiktif yang telah diturunkan hanya dalam delapan bulan, masyarakat dituntut semakin kritis sebelum mempercayai tawaran pekerjaan yang beredar di ruang digital.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses