24,8 Persen Keluarga di Kaltim Minim Peran Ayah

Anak-anak / ilustrasi
Anak-anak / ilustrasi / IST

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyoroti masih minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Berdasarkan Data Pendataan Keluarga 2025, 24,8 persen keluarga yang memiliki anak remaja di Kaltim mengaku masih merasakan minimnya peran sosok ayah.

Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kaltim bersama Kemendukbangga/BKKBN Kaltim memperkuat ketahanan keluarga dengan mendorong para ayah lebih hadir dan terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Sunarto mengatakan persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan ketahanan mental anak.

“Ada 24,8 persen anak remaja kita yang merasa kehilangan sosok ayah. Pemprov Kaltim dan BKKBN langsung bergerak cepat untuk mengintervensi hal ini. Kita mau anak-anak muda di Kaltim tumbuh dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua,” ujar Sunarto, dikutip dari laman Pemprov.

GATI Dorong Ayah Lebih Hadir dalam Kehidupan Anak

Salah satu langkah yang didorong Pemprov Kaltim adalah kampanye Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Gerakan tersebut mengajak para ayah tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam proses pengasuhan dan perkembangan anak.

Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari aktivitas sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah, meluangkan waktu berbicara, hingga mendampingi anak dalam momen penting seperti pengambilan rapor.

Menurut Pemprov Kaltim, kehadiran ayah tidak selalu membutuhkan aktivitas besar. Konsistensi meluangkan waktu dan membangun komunikasi justru menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak.

Makan Bersama Jadi Ruang Komunikasi Keluarga

Selain GATI, keluarga juga didorong membangun kebiasaan makan bersama.

Meja makan dinilai dapat menjadi ruang sederhana bagi orang tua dan anak untuk berbagi cerita, mendengarkan persoalan anak, sekaligus memperkuat kedekatan emosional.

“Interaksi dan quality time kecil seperti ini efeknya luar biasa sekali untuk kesehatan mental dan keceriaan anak,” kata Sunarto.

Ia menambahkan, penguatan peran ayah juga menjadi bagian dari perubahan pola pengasuhan dalam keluarga.

Pemprov Kaltim, kata dia, terus mendorong pola pengasuhan yang lebih setara dan meninggalkan pola relasi keluarga yang menempatkan pengasuhan anak hanya sebagai tanggung jawab ibu.

Ketahanan Keluarga Jadi Investasi SDM Kaltim

Penguatan peran ayah tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak, tetapi juga bagian dari investasi sumber daya manusia (SDM) Kaltim.

Keluarga yang mampu membangun komunikasi, memberikan dukungan emosional, dan menghadirkan kedua orang tua secara aktif diharapkan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi yang sehat secara mental, tangguh, dan memiliki daya saing.

Karena itu, Pemprov Kaltim bersama BKKBN terus mendorong penguatan ketahanan keluarga hingga ke tingkat masyarakat melalui kader dan berbagai kelompok pengasuhan.

Pesan yang dibawa pemerintah cukup jelas: membangun generasi unggul tidak hanya membutuhkan sekolah yang baik dan infrastruktur yang memadai, tetapi juga ayah dan ibu yang hadir dalam kehidupan anak.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses