Pemprov Kaltim Gelontorkan Bantuan BBM untuk Petani, Antisipasi Kekeringan dan Jaga Produksi Pangan

Petani panen padi
Petani panen padi (foto :IST)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menggelontorkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) bagi kelompok tani untuk memastikan alat dan mesin pertanian (alsintan) tetap beroperasi di tengah ancaman cuaca ekstrem dan kekeringan.

Program yang dijalankan melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim ini difokuskan untuk mendukung operasional pompa air yang menjadi andalan petani saat pasokan air berkurang.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan bantuan BBM menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah sebelumnya menyalurkan ratusan unit pompa air ke berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Pada tahun 2026 ini kami juga memberikan dukungan melalui anggaran bantuan BBM bagi para petani yang mengalami kekeringan. Bantuan ini digunakan untuk mengoperasikan pompa-pompa air yang telah disalurkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan,” ujar Fahmi, dikutip dari laman Pemprov.

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Menurut Fahmi, ketersediaan BBM menjadi faktor krusial agar alsintan, terutama pompa air, tetap dapat digunakan ketika lahan pertanian mengalami kekeringan.

Pompa air dinilai menjadi solusi cepat untuk menjaga pasokan air ke lahan sehingga proses budidaya tidak terganggu dan potensi gagal panen dapat ditekan.

Sebelumnya, pada 2020 pemerintah telah menyalurkan sekitar 70 unit pompa air kepada petani. Selanjutnya pada 2024, pemerintah pusat kembali mengalokasikan lebih dari 300 unit pompa air yang difasilitasi DPTPH Kaltim dan didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Bantuan BBM Disalurkan Secara Selektif

Fahmi menjelaskan bantuan BBM diperuntukkan bagi pompa air berbahan bakar Pertamax yang telah dimiliki kelompok tani.

Penyaluran dilakukan berdasarkan usulan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Setelah melalui proses verifikasi, bantuan diberikan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan.

Skema tersebut diterapkan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung operasional alsintan di lapangan.

Teknologi Pertanian Terus Diperkuat

Selain bantuan BBM, DPTPH Kaltim juga terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar pemanfaatan alat dan mesin pertanian semakin optimal.

Menurut Fahmi, pompa air yang telah disalurkan merupakan pompa berukuran kecil dengan sistem mobile, sehingga mudah dipindahkan dan digunakan sesuai kebutuhan di berbagai lokasi pertanian.

“Harapannya, pompa-pompa yang ada tetap bisa beroperasi dan dimanfaatkan ketika terjadi kekeringan. Pompa yang disalurkan merupakan pompa berukuran kecil yang bersifat mobile sehingga lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan petani,” katanya.

Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim

Pemprov Kaltim berharap bantuan BBM dan optimalisasi penggunaan alsintan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan, mengurangi risiko gagal panen, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses