Dari Jualan Beras, Koperasi Merah Putih Manggar Disebut Raih Ratusan Juta Setiap Bulan

Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, menjadi salah satu contoh perkembangan program penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Balikpapan. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, menjadi salah satu contoh perkembangan program penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Balikpapan.

Koperasi tersebut saat ini menjadi penyedia/penyalur beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat di wilayah kelurahan dan telah membukukan omzet sekitar Rp500 juta/bulan.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal Pemerintah Kota Balikpapan untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah.

Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 11 koperasi telah berdiri maupun memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan terus bertambah hingga seluruh 34 kelurahan memiliki Koperasi Merah Putih dalam enam bulan ke depan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengonfirmasi tersebut. Ia mengatakan pihaknya sengaja melakukan peninjauan langsung untuk memastikan pembangunan koperasi berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghadirkan fasilitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan.

“Program Koperasi Merah Putih merupakan prioritas pemerintah pusat. Karena itu kami ingin memastikan pelaksanaannya di Balikpapan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bagus, Rabu (5/8).

Kebut Pembangunan Koperasi

Berdasarkan laporan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, saat ini telah berdiri enam koperasi, sementara lima lainnya masih dalam proses pembangunan. Selain itu, Pemerintah Kota telah menyiapkan 11 bidang tanah yang merupakan aset daerah untuk pembangunan koperasi berikutnya.

Bagus optimistis proses pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Dengan estimasi waktu pembangunan sekitar 90 hari untuk setiap bangunan, jumlah koperasi yang beroperasi diperkirakan mencapai sekitar 20 unit dalam tiga bulan mendatang.

“Harapannya tiga bulan ke depan sudah ada sekitar 20 koperasi yang berdiri. Selanjutnya pembangunan akan terus dilanjutkan hingga seluruh 34 kelurahan memiliki Koperasi Merah Putih,” katanya.

Menurut Bagus, capaian Koperasi Merah Putih Manggar menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara optimal.

Ke depan, pemerintah mendorong koperasi tidak hanya bergerak di sektor pangan, tetapi juga mengembangkan usaha lain sesuai dengan wilayah. Seperti distribusi LPG, klinik kesehatan, apotek, peternakan ayam petelur, hingga menjalin kemitraan dengan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Potensi ekonomi di setiap kelurahan berbeda-beda. Koperasi harus mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga manfaat ekonominya kembali kepada anggota,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan koperasi dilakukan secara kolaboratif. Ketua koperasi dipilih dari masyarakat, sementara lurah bertugas sebagai ketua dewan pengawas guna memastikan tata kelola berjalan transparan dan akuntabel.

Bagus menilai keberadaan Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kelurahan, pengurus koperasi, hingga masyarakat, untuk berpartisipasi aktif. Terutama dalam membangun koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen mendukung penuh program ini. Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tutup Bagus.***

Penulis: Samsul
Editor: Donny M.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses