Balikpapan Pimpin Skor Tertinggi Dalam Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak 2026, Samarinda Tempel Ketat

Anak-anak / ilustrasi
Anak-anak / ilustrasi / IST

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan mencatat skor tertinggi dalam Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2026 di Kalimantan Timur. Balikpapan unggul tipis atas Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang tahapan verifikasi administrasi yang menjadi penentu penilaian tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Syarifah Alawiyah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Verifikasi Administrasi Evaluasi KLA Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Aula Dewi Sartika, Samarinda, Selasa (7/7/2026), dikutip dari laman Pemprov

Menurut Syarifah, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur telah menyelesaikan tahapan Evaluasi Mandiri (EM) yang berlangsung pada 10 Februari hingga 14 Mei 2026 melalui aplikasi berbasis web sesuai instrumen yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

“Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur telah merampungkan tahapan Evaluasi Mandiri. Selanjutnya, hasil tersebut diverifikasi oleh tim provinsi sebelum disampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Balikpapan Raih Skor Tertinggi

Berdasarkan hasil Evaluasi Mandiri 2026, berikut perolehan skor masing-masing daerah di Kalimantan Timur:

Kabupaten/KotaSkor
Balikpapan939,19
Samarinda936,09
Kutai Kartanegara935,60
Bontang925,12
Kutai Timur906,64
Penajam Paser Utara883,26
Paser845,60
Kutai Barat828,01
Berau748,02
Mahakam Ulu723,41

Meski demikian, skor tersebut masih merupakan hasil Evaluasi Mandiri dan akan diverifikasi oleh tim provinsi sebelum ditetapkan oleh Kementerian PPPA.

Verifikasi Berlangsung Hingga Juli

Syarifah menjelaskan, tahapan verifikasi administrasi tingkat provinsi berlangsung mulai 15 Mei hingga 15 Juli 2026.

Selanjutnya, hasil verifikasi akan dilaporkan kepada Kementerian PPPA pada 1–15 Oktober 2026 sebagai bagian dari proses penentuan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak.

Penilaian Berdasarkan 24 Indikator

Keberhasilan daerah meraih predikat KLA ditentukan melalui 24 indikator yang terbagi dalam enam unsur penilaian, meliputi:

  • Kelembagaan.
  • Hak Sipil dan Kebebasan.
  • Lingkungan Keluarga, Pengasuhan Alternatif, serta Pencegahan Perkawinan Anak.
  • Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan.
  • Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Kebudayaan.
  • Perlindungan Khusus Anak, termasuk pengembangan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan Layak Anak.

Kaltim Perkuat Komitmen Perlindungan Anak

Syarifah mengungkapkan, sepanjang 2025 sebanyak sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Selain itu, berbagai layanan publik ramah anak juga terus diperluas selama periode 2022–2025, di antaranya Sekolah Ramah Anak (SRA), Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

Melalui pelaksanaan Bimtek, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap tim verifikasi dapat melakukan penilaian secara objektif dan akurat sesuai instrumen nasional.

“Kami berharap seluruh pihak berperan aktif dalam setiap tahapan evaluasi sehingga upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kalimantan Timur semakin kuat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Layak Anak menuju Indonesia Emas,” tutup Syarifah.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses