Balikpapan Siapkan Depo Angkutan Barang, Solusi Kendaraan ODOL dan Penataan Logistik Kota
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah strategis dalam penataan sistem transportasi dan distribusi logistik melalui rencana pembangunan depo atau terminal angkutan barang.
Program tersebut mulai masuk dalam action plan tahun 2026 sebagai upaya mengatasi persoalan kendaraan besar yang selama ini masih kerap melintas di dalam kota di luar jam operasional.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan keberadaan depo angkutan barang dinilai penting untuk mendukung penataan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Balikpapan.
“Selama ini kendaraan bertonase besar masih banyak yang parkir sembarangan maupun masuk ke dalam kota di luar jam operasional karena memang kita belum memiliki terminal atau pool angkutan barang yang representatif,” kata Fadli, Rabu (27/5/2026).
Menurut dia, rencana pembangunan depo tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap berbagai persoalan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar, termasuk kecelakaan fatal di kawasan Simpang Rapak pada 2022 lalu.
“Peristiwa Simpang Rapak menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa sistem distribusi logistik harus ditata lebih baik. Keselamatan masyarakat tentu menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Fadli menjelaskan, depo angkutan barang nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan besar, tetapi juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti lokasi pengujian kir kendaraan, kantor UPTD hingga usulan pembangunan SPBU khusus kendaraan angkutan barang.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema distribusi logistik baru melalui mekanisme transfer muatan. Nantinya kendaraan besar dari luar daerah diarahkan masuk ke depo terlebih dahulu sebelum barang dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil untuk didistribusikan ke dalam kota.
“Konsepnya nanti distribusi barang lebih tertib. Truk besar tidak perlu lagi masuk ke pusat kota karena barang akan dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil. Ini juga untuk mengurangi kepadatan dan risiko kecelakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan depo tersebut juga diharapkan dapat membantu penanganan kendaraan ODOL (Over Dimension and Over Load) yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.
“Kendaraan ODOL ini bukan hanya soal keselamatan, tapi juga berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas mempercepat kerusakan jalan kota,” katanya.
Dalam rencana penataan logistik itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pelindo, terkait pengembangan fungsi pelabuhan di Balikpapan. Ke depan, Pelabuhan Semayang direncanakan lebih difokuskan sebagai terminal penumpang, sementara aktivitas bongkar muat barang diarahkan ke Kariangau Kaltim Terminal (KKT).
Menurut Fadli, nantinya KKT akan terhubung langsung dengan depo angkutan barang sehingga sistem distribusi logistik menjadi lebih terintegrasi dan efisien.
“Harapannya seluruh sistem logistik bisa lebih tertata, lalu lintas lebih aman, jalan kota tidak cepat rusak, dan Balikpapan bisa semakin nyaman sebagai kota jasa,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
