Balikpapan Utara Diminta Perkuat Mitigasi Bencana dan JARWASNABA
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan ketangguhan masyarakat melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Jaringan Pengawas Narkoba (JARWASNABA) Kecamatan Balikpapan Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar, Sabtu (18/7/2026).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa ketangguhan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko.
“Ketangguhan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dimiliki, tetapi juga dari kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko. Masyarakat yang paham cara menghadapi bencana akan lebih mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya,” ujar Nurlena.
Ia mengatakan, Balikpapan memiliki potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, edukasi mengenai mitigasi harus terus dilakukan agar masyarakat memahami langkah yang harus diambil sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau masyarakat memiliki pengetahuan yang baik, maka dampak bencana bisa kita kurangi semaksimal mungkin,” katanya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pengukuhan kepengurusan JARWASNABA Kecamatan Balikpapan Utara. Menurut Nurlena, keberadaan jaringan tersebut sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
“Saya berharap para pengurus JARWASNABA yang hari ini dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Jadilah penggerak di tengah masyarakat untuk mengedukasi warga tentang bahaya narkoba,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga, lingkungan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
“Pengawasan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Orang tua harus peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, sementara masyarakat juga harus berani mengingatkan jika melihat adanya indikasi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Gotong Royong Warga
Nurlena juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di lingkungan.
“Kalau kita saling peduli, saling mengingatkan, dan saling bekerja sama, maka kita akan memiliki masyarakat yang kuat menghadapi bencana maupun ancaman narkoba. Inilah yang ingin kita bangun bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pengurus JARWASNABA harus menjadi contoh sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi serta edukasi mengenai bahaya narkoba.
“Jangan hanya aktif ketika ada kegiatan seremonial. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing. Berikan edukasi secara terus-menerus agar masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba,” katanya.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah, relawan, tokoh masyarakat, dan warga akan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.
“Saya percaya, jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, Balikpapan Utara akan menjadi wilayah yang semakin tangguh menghadapi bencana sekaligus menjadi kawasan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi penerus,” tutup Nurlena.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
