Bangun SDM Penyangga IKN, Balikpapan Perkuat Ekosistem Literasi 

Kepala Disputakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam menyongsong peran strategis kota ini sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain membangun infrastruktur fisik, pemerintah juga memperluas ekosistem literasi agar budaya membaca tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, salah satunya Program Alibaba (Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan).

Program ini dirancang untuk menanamkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, baik melalui layanan perpustakaan konvensional maupun platform digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan pembangunan budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung perpustakaan. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah sesuai perkembangan zaman.

“Jadi masyarakat memiliki dua pilihan akses literasi, yaitu secara konvensional melalui perpustakaan dan secara digital melalui layanan yang kami sediakan,” ujar Neny usai kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, layanan literasi konvensional tersedia melalui Perpustakaan Daerah Kota Balikpapan, perpustakaan sekolah, tujuh perpustakaan khusus di lingkungan instansi pemerintah, hingga perpustakaan yang berada di sejumlah masjid.

Di sisi lain, akses digital diperkuat melalui aplikasi iBalikpapan serta pembangunan pojok baca digital yang akan ditempatkan di ruang-ruang publik, seperti Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai.

Menurut Neny, fokus pengembangan literasi pada 2026 diarahkan pada penguatan literasi keluarga. Program tersebut menyasar anak usia 0 hingga 18 tahun dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia agar proses pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.

Untuk anak-anak sekolah dasar, misalnya, pemerintah menghadirkan program dongeng keliling sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Sementara bagi pelajar tingkat SMA, pendekatan dilakukan melalui kegiatan literasi musik yang dinilai lebih dekat dengan karakter generasi muda.

“Untuk saat ini kami menyasar siswa sekolah dasar melalui program dongeng keliling. Selanjutnya akan dilanjutkan kepada siswa SMA melalui kegiatan literasi musik. Setiap segmen pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam memberikan edukasi literasi,” jelasnya.

Tingkat Kegemaran Membaca

Neny menegaskan, pengembangan literasi di Balikpapan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) maupun Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Lebih dari itu, pemerintah ingin membangun budaya membaca yang tumbuh secara alami dari lingkungan keluarga dan kemudian berkembang di tengah masyarakat.

Arah kebijakan tersebut juga sejalan dengan komitmen Bunda Literasi Kota Balikpapan bersama Wali Kota Balikpapan dalam memperkuat kualitas SDM sebagai modal menghadapi dinamika pembangunan kawasan IKN.

“Melalui berbagai kegiatan ini kami ingin mengenalkan literasi kepada masyarakat sejak usia dini sehingga budaya membaca tumbuh secara alami di lingkungan keluarga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Di tengah pesatnya pembangunan dan transformasi Balikpapan sebagai gerbang menuju IKN, penguatan literasi menjadi investasi jangka panjang yang tidak kalah penting dibanding pembangunan fisik.

Sebab, kota yang maju tidak hanya ditopang oleh jalan, gedung, dan infrastruktur modern, tetapi juga oleh masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.

Dengan fondasi tersebut, Balikpapan berupaya mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam pembangunan Indonesia di masa depan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses