Disdikbud Balikpapan Percepat Pemenuhan Kepala Sekolah Definitif

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan terus menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan sekolah. Melalui Program Bakal Calon Kepala Sekolah, sebanyak 65 guru dipersiapkan menjadi kepala sekolah definitif guna mengisi kebutuhan pimpinan di sejumlah satuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pelatihan BCKS menjadi tahapan penting dalam mencetak kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial, supervisi akademik, dan kemampuan mengelola satuan pendidikan sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan.

“Hari ini kami menutup pelatihan BCKS yang diikuti sekitar 65 peserta. Setelah mereka dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, barulah dapat diusulkan menjadi kepala sekolah definitif,” ujar Irfan, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, sertifikat BCKS kini menjadi syarat wajib bagi guru yang akan diangkat sebagai kepala sekolah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian regulasi pemerintah yang menggantikan mekanisme sebelumnya, sehingga seluruh proses pengangkatan harus mengikuti ketentuan yang baru.

Irfan mengungkapkan, hingga kini masih terdapat sekitar 10 sekolah di Balikpapan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah. Kondisi tersebut terjadi karena pemerintah daerah harus menunggu tersedianya calon yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun kompetensi.

“Begitu hasil kelulusan diterbitkan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Timur, nama-nama yang memenuhi syarat akan segera kami usulkan ke pemerintah pusat untuk proses penetapan,” jelasnya.

Penuhi Persyaratan Administrasi

Ia menegaskan, pengangkatan kepala sekolah tidak hanya didasarkan pada kelulusan pelatihan. Setiap peserta juga harus memenuhi persyaratan administrasi, memiliki pangkat minimal III/c, rekam jejak yang baik, serta menunjukkan kemampuan memimpin dan mengembangkan sekolah.

“BCKS menjadi instrumen untuk memastikan setiap calon kepala sekolah benar-benar siap memimpin. Kami ingin sekolah dipimpin oleh figur yang mampu meningkatkan mutu pendidikan dan membawa perubahan positif,” katanya.

Selain menyiapkan kepala sekolah definitif, Disdikbud juga terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pembinaan karakter peserta didik sejak awal tahun ajaran. Berbagai kegiatan pembiasaan diterapkan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mulai dari pengenalan budaya sekolah, kedisiplinan. Hingga pelaksanaan upacara bendera dan pembacaan janji siswa secara rutin.

Meski demikian, Irfan menekankan bahwa pembentukan karakter tidak bisa menjadi tanggung jawab sekolah semata. Peran keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah, orang tua, dan masyarakat harus berjalan seiring agar mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi. Serta siap menghadapi tantangan di masa depan,” tutupnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses