Hari Anak Nasional 2026, DP3AKB Balikpapan Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

Peringatan Hari Anak 2026 di lingkungan Pemkot Balikpapan dilaksanakan dengan rapat Gugus tugas KLA.(Foto:Samsul/Inibalikpapan com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama.

Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan komitmen mewujudkan Kota Layak Anak, di Auditorium Balai Kota, Kamis (23/7/2026).

Plt Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memenuhi hak-hak anak. Perlindungan anak tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Nursyamsiarni, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan anak, di antaranya perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Balikpapan, Rahmah, serta dr. Trisno. Selain itu, kegiatan juga diikuti anggota Gugus Tugas Kota Layak Anak, TP PKK, BPSDM, organisasi masyarakat, serta berbagai mitra pemerintah.

“Kami juga mengundang seluruh anggota Gugus Tugas Kota Layak Anak, TP PKK, BPSDM, organisasi masyarakat, serta berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan perlindungan anak di Kota Balikpapan. Kami sangat membutuhkan dukungan, kolaborasi, dan sinergi dari semua pihak,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak tidak cukup hanya melalui program pemerintah. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Kalau ingin mewujudkan Kota Layak Anak, semua harus terlibat. Orang tua, guru, masyarakat, dunia usaha, organisasi, semuanya memiliki peran agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat,” tegasnya.

Kasus Anak Meningkat

Dalam pemaparan materi kegiatan juga diungkapkan bahwa jumlah kasus yang melibatkan anak di Kota Balikpapan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 126 kasus di Juli 2025. Hingga saat ini tercatat sebanyak 132 kasus anak pada Juli 2026 yang telah ditangani.

Selain itu, terdapat sejumlah kasus anak yang terindikasi terpapar paham terorisme. Namun, paparan tersebut disebut bukan berasal dari doktrin keagamaan. Melainkan dipengaruhi oleh akses terhadap konten negatif di ruang digital yang tidak terkontrol.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Tantangan perlindungan anak sekarang tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar. Tetapi juga melalui ruang digital yang sangat mudah diakses anak-anak. Karena itu, pengawasan orang tua dan literasi digital menjadi sangat penting,” jelas Nursyamsiarni.

DP3AKB menilai pengawasan penggunaan gawai oleh orang tua, penguatan literasi digital. Serta pendidikan karakter sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah anak terpapar berbagai pengaruh negatif.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semangat perlindungan anak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tetapi diwujudkan melalui aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.

“Anak-anak adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Ketika mereka tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang baik, dan lingkungan yang sehat. Maka kita sedang menyiapkan masa depan Balikpapan yang lebih baik,” tutup Nursyamsiarni.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses