UMKM Perlengkapan Haji di Embarkasi Balikpapan Mulai Bergeliat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Aktivitas penjualan perlengkapan haji di kawasan Embarkasi Balikpapan mulai menunjukkan geliat seiring keberangkatan jamaah haji Kloter 1 dan 2 asal Balikpapan serta Samarinda.
Meski baru berjalan dua hari, para pedagang mengaku bersyukur karena antusiasme pembeli mulai terasa dan diharapkan terus meningkat hingga akhir musim pemberangkatan.
Salah satu pedagang perlengkapan haji, Rina Puspasari, mengatakan kehadiran musim haji menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kecil untuk menambah penghasilan sekaligus memberikan pelayanan kepada calon jamaah yang membutuhkan berbagai perlengkapan ibadah.
“Alhamdulillah baru dua hari ini berjalan, mudah-mudahan sampai akhir pemberangkatan semuanya lancar dan berkah. Kami di sini bukan sekadar berjualan, tapi juga membantu jamaah melengkapi kebutuhan ibadah hajinya,” ujar Rina saat ditemui di area penjualan sekitar embarkasi.
Menurut dia, sejumlah barang yang paling banyak dicari pada awal pemberangkatan adalah perlengkapan dasar yang menunjang kenyamanan beribadah, seperti bergo atau jilbab instan, sarung tangan, penutup kepala, hingga kain ihram.
“Biasanya di awal-awal keberangkatan, yang paling sering dicari itu bergo, jilbab, sarung tangan, tutup kepala, sama ihram. Jamaah biasanya ingin memastikan semua kebutuhan utama mereka lengkap sebelum berangkat,” katanya.
Rina menuturkan, dibandingkan fase kepulangan, penjualan saat pemberangkatan memiliki karakter berbeda. Pada masa keberangkatan, jamaah cenderung fokus pada persiapan ibadah sehingga pembelian lebih banyak pada kebutuhan pribadi. Sementara saat gelombang jamaah dari daerah lain, khususnya kloter Sulawesi, suasana pasar biasanya lebih ramai.
“Kalau pemberangkatan, jamaah lebih fokus ibadah. Mereka biasanya beli kebutuhan penting atau sekadar oleh-oleh ringan. Tapi biasanya nanti lebih ramai ketika kloter dari Sulawesi datang,” ujarnya.
Meski enggan menyebut angka pasti omzet tahun lalu, Rina mengaku hasil penjualan pada musim haji sebelumnya cukup memberi dampak positif hingga membuatnya kembali membuka usaha tahun ini.
“Yang penting alhamdulillah ada kemajuan, bisa kembali berjualan tahun ini saja sudah jadi tanda syukur. Mudah-mudahan tahun ini hasilnya lebih baik dari tahun kemarin,” katanya.
Bagi para pedagang lokal, musim haji bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga ruang untuk meraih berkah melalui pelayanan kepada tamu Allah. Harapan itu kini menggantung di setiap musim keberangkatan, seiring langkah ribuan jamaah menuju Tanah Suci.***
BACA JUGA
