Besok Mulai Didorong ke Arafah! Kemenhaj Bagi Pergerakan Jemaah Haji Jadi 3 Trip Kilat dan Siagakan Satgas

Jemaah Haji Indonesia (foto : Kemenhaj)

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Fase paling sakral sekaligus menguras fisik dalam ibadah haji resmi dimulai. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengumumkan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia yang kini telah mengumpul di Makkah akan mulai didorong secara massal dan bertahap menuju Padang Arafah pada Senin besok, 8 Dzulhijjah, waktu Arab Saudi.

Pemerintah telah mengunci skenario pergerakan sirkulasi bus maktab ke dalam tiga gelombang perjalanan demi menghindari kemacetan total dan penumpukan jemaah di jalur transportasi.

Jadwal Resmi Pendorongan Jemaah ke Arafah (Waktu Arab Saudi):

  • Trip I (Pagi): Pukul 07.00 WAS
  • Trip II (Siang): Pukul 11.30 WAS
  • Trip III (Sore): Pukul 16.30 WAS

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan agar seluruh jemaah mematuhi jadwal keberangkatan kloter masing-masing yang sudah disusun rapi oleh petugas maktab. Jemaah dilarang keras berinisiatif bergerak sendiri di luar jadwal regulasi.

“Besok pendorongan jemaah haji dari hotel menuju Arafah mulai digulirkan secara bertahap. Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh jemaah patuh pada jadwal, ikuti komando ketua regu, tidak bergerak sendirian, dan jangan sampai terpisah dari rombongan kloternya,” ujar Maria Assegaff dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Satgas Arafah Meluncur Lebih Awal untuk Sterilisasi Layanan

Guna memastikan jemaah langsung mendapatkan fasilitas begitu turun dari bus, Kemenhaj telah memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Arafah sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Tim sapu bersih ini ditugaskan melakukan pengecekan akhir (final check) ketersediaan kasur di tenda, kesiapan dapur umum konsumsi, posko kesehatan, dokumen bimbingan ibadah, hingga skema perlindungan jemaah.

“Fase Armuzna ini adalah tahapan paling penting, krusial, dan paling padat dalam operasional haji. Seluruh lini pelayanan harus berada dalam status siaga satu dan benar-benar matang agar para tamu Allah bisa beribadah dengan tertib, aman, dan khusyuk,” lanjut Maria.

Protokol Ransel Armuzna: Tinggalkan Koper Besar di Hotel Makkah

Mengingat keterbatasan ruang di dalam tenda Arafah dan Mina, jemaah haji kembali diingatkan untuk tidak membawa koper besar atau barang bawaan berat yang menyulitkan mobilitas. Jemaah cukup membawa satu tas tenteng/ransel kecil berisi logistik esensial:

  • Atribut Identitas Wajib: Dokumen paspor, kartu jemaah, dan gelang logam identitas yang tidak boleh lepas dari tubuh.
  • Alat Pelindung Diri (APD): Masker medis, semprotan air wajah, botol minum, dan alas kaki yang nyaman anti-slip.
  • Perlengkapan Ibadah & Sanitasi: Kain ihram cadangan, buku doa, obat-obatan pribadi, serta peralatan mandi secukupnya.
  • Larangan Keras: Dilarang membawa perhiasan mencolok atau uang tunai dalam jumlah yang berlebihan.

Kemenhaj juga menggalakkan kampanye saling jaga antarsesama jemaah, terutama menaruh perhatian lebih kepada kelompok lanjut usia (lansia), disabilitas, dan perempuan. “Jika melihat ada jemaah yang bingung atau linglung sendirian, segera gandeng dan serahkan ke posko petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tuntasnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses