Indeks Profesionalitas ASN Kaltim Meningkat, BPSDM Sebut Mindset Aparatur Mulai Berubah

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) sebagai ujung tombak pelayanan publik. Menghadapi kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), ASN dituntut memiliki kompetensi yang lebih adaptif, profesional, dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat yang terus meningkat.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi, mengatakan transformasi kompetensi ASN menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah agar pelayanan publik mampu bersaing dengan standar nasional bahkan internasional.

“Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir ASN agar mampu menghadirkan kinerja dan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN,” ujar Nina saat menjadi pembicara dalam dialog publik bertajuk Penguatan Transformasi Kompetensi ASN Kaltim, Senin (6/7/2026), dikutip dari laman Pemprov

Menurutnya, ASN saat ini tidak cukup hanya mengandalkan integritas. Mereka juga harus menguasai teknologi digital, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kepemimpinan yang kuat, serta mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara strategis.

Indeks Profesionalitas ASN Terus Meningkat

Nina mengungkapkan, berbagai program pengembangan kompetensi yang dijalankan BPSDM mulai menunjukkan hasil positif.

Dalam tiga tahun terakhir, Indeks Profesionalitas ASN Kalimantan Timur mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada aspek pengembangan kompetensi aparatur.

“Alhamdulillah, dalam tiga tahun terakhir kami melihat peningkatan yang sangat positif. Salah satu indikator dalam Indeks Profesionalitas ASN adalah pengembangan kompetensi, dan nilainya terus meningkat,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi ASN dilakukan melalui dua jalur, yakni pendidikan formal dan berbagai program pelatihan yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

Mindset ASN Mulai Berubah

Menurut Nina, perubahan yang paling terasa bukan hanya pada peningkatan angka indeks, tetapi juga perubahan pola pikir para ASN.

Jika sebelumnya pelatihan sering diikuti sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif, kini aparatur mulai memiliki kesadaran bahwa peningkatan kompetensi merupakan kebutuhan untuk mendukung karier sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kini ASN semakin aktif mengembangkan kompetensi diri. Mereka tidak lagi mengikuti pelatihan hanya karena kewajiban administrasi atau saat menghadapi persoalan tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini semakin banyak ASN yang secara proaktif mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas karena ingin meningkatkan kualitas diri.

“Mindset ASN sudah berubah. Mereka justru berlomba-lomba meningkatkan kompetensi diri. Tren ini tercermin dari peningkatan yang sangat signifikan pada hasil Indeks Profesionalitas ASN, khususnya pada indikator pengembangan kompetensi,” pungkasnya.

Melalui transformasi kompetensi tersebut, Pemprov Kalimantan Timur berharap mampu menciptakan ASN yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas seiring peran strategis Kaltim sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses