Prancis Siap Balas Kekalahan dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Timnas Perancis menang Dramatis saat melawan senegal (Foto:Viva.co.id/Inibalikpapan.com)

DALLAS, inibalikpapan.com – Duel Prancis vs Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan tiket ke final. Pertemuan di Dallas Stadium menjadi ajang pembuktian bagi Les Bleus yang datang dengan identitas baru setelah dua kali dipaksa menyerah oleh La Roja dalam dua tahun terakhir.

Spanyol lebih dulu menyingkirkan Prancis pada semifinal Euro 2024 lewat kemenangan 2-1 di Munich. Setahun kemudian, La Roja kembali menang dalam laga dramatis 5-4 pada semifinal UEFA Nations League 2025.

Dua kekalahan itu menjadi titik balik bagi pelatih Didier Deschamps untuk melakukan perubahan besar terhadap skuadnya.

Alih-alih bertahan dengan formula lama, Deschamps mulai membangun generasi baru yang bertumpu pada para pemain muda jebolan Olimpiade Paris 2024 seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Manu Kone.

Perubahan juga terlihat dari sisi taktik. Prancis perlahan meninggalkan pola 4-3-3 dan beralih ke formasi 4-2-3-1 yang lebih agresif.

Kini lini serang Les Bleus dihuni kombinasi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue, empat pemain yang menjadi motor permainan sepanjang Piala Dunia 2026.

Deschamps mengakui kekalahan dari Spanyol dua tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi timnya.

“Mereka bermain sangat baik dan kami tidak cukup bagus. Kami harus melangkah maju,” ujar Deschamps usai kekalahan di Euro 2024.

Perubahan itu mulai menunjukkan hasil.

Prancis tampil lebih produktif sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mencetak 14 gol, sekaligus menjadi salah satu tim paling tajam di turnamen.

Tak hanya lebih berbahaya saat menyerang, pertahanan Les Bleus juga semakin solid. Dalam lima pertandingan terakhir mereka hanya kebobolan satu gol.

Keseimbangan permainan itulah yang kini menjadi kekuatan utama Prancis.

Jika sebelumnya mereka mengandalkan serangan balik cepat, kini Les Bleus lebih sabar menguasai bola, membangun serangan, dan tetap disiplin saat kehilangan penguasaan.

Michael Olise menjadi salah satu pemain yang mengalami perkembangan paling pesat.

Setelah bergabung bersama Bayern Munchen, gelandang serang itu berkembang menjadi pemain penting yang memberi keseimbangan permainan Prancis.

Sementara Mbappe juga menunjukkan perubahan besar dengan kontribusi lebih aktif dalam menekan lawan sejak lini depan.

Performa kolektif tersebut membuat Prancis semakin percaya diri menghadapi Spanyol.

Sebaliknya, La Roja datang dengan modal impresif setelah menyingkirkan Belgia 2-1 di babak perempat final.

Tim asuhan Luis de la Fuente bahkan belum terkalahkan dalam 36 pertandingan internasional.

Meski demikian, Deschamps yakin timnya kini jauh berbeda dibanding dua pertemuan sebelumnya.

Prancis merasa telah menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi pemain muda sehingga siap memberikan perlawanan maksimal demi merebut tiket ke final Piala Dunia 2026.

Semifinal nanti diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di turnamen ini, mempertemukan dua kekuatan sepak bola Eropa yang sama-sama datang dengan ambisi mengangkat trofi dunia.***

Penulis: Donny Moslem

Sumber: FIFA

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses