BI: Dana Masyarakat di Bank Balikpapan Tembus Rp49,52 Triliun, Likuiditas Tetap Kuat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan pada triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp49,52 triliun atau tumbuh 4,15 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan tersebut menunjukkan likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.
Wilayah kerja KPwBI Balikpapan meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Dalam siaran persnya, Bank Indonesia Balikpapan menyebutkan realisasi DPK pada triwulan II 2026 meningkat dibandingkan triwulan I 2026 yang tercatat sebesar Rp48,68 triliun dan saat itu mengalami kontraksi 0,3 persen (yoy).
“Peningkatan DPK tersebut mencerminkan likuiditas perbankan yang tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi,” demikian disampaikan dalam siaran pers Bank Indonesia Balikpapan.
Berdasarkan komposisinya, DPK perbankan di wilayah kerja KPwBI Balikpapan masih didominasi tabungan dengan pangsa 55,65 persen. Selanjutnya giro menyumbang 28,77 persen, sedangkan deposito sebesar 15,58 persen. Struktur tersebut relatif tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank Indonesia juga mencatat perkembangan DPK berjalan seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit. Sehingga mendorong Loan to Deposit Ratio (LDR) tetap berada pada level tinggi. Yakni 83,82 persen pada triwulan II 2026, naik tipis dibandingkan triwulan I 2026 sebesar 83,62 persen.
Menurut BI, kondisi menunjukkan bahwa di tengah aktivitas penghimpunan dana yang kuat, penyaluran kredit perbankan di wilayah Balikpapan juga tumbuh.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk menjaga fungsi intermediasi.
“Ke depan, Bank Indonesia Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan. Untuk mendorong intermediasi yang optimal dan berkualitas, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Robi Ariadi.***
Penulis: Donny M.
Sumber: Siaran Pers BI Balikpapan
Editor: Donny
BACA JUGA
