Gangguan ginjal akut / ilustrasi / helodoc

Dalam Sepekan Terakhir Kasus Gangguan Gagal Akut Akut Menurun

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kementerian Kesehatan (kemenkes) menyebut, dalam sepekan terakhir k jumlah kasus baru gangguan ginjal akut pada anak menurun signifikan.

“Penambahan kasus baru dan jumlah kematian setelah tanggal 18 Oktober 2022 menurun jauh dibandingkan dengan sebelum tanggal 18 Oktober 2022,” ujar Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril dalam siaran persnya

Penurunan kasus tersebut dipengaruhi, salah satunya kebijakan pemerintah yang melarang memberikan obat sirup yang diduga mengandung unsur kimia EG dan DEG kepada anak.

Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak, yang di terbitkan pada 18 Oktober lalu.

“Pada akhir Agustus kan naik, setelah kita lakukan pengumuman dengan melarang penggunaan obat sirup atau cair, maka penambahan kasus baru maupun angka kematian menurun dengan drastic,” ujarnya.

“Kalau kemarin kenaikan kasus bisa mencapai 75 sampai 100 pasien, tapi setelah tanggal 18 (Oktober) itu, hanya 4-5 kasus, dan akhirnya sampai saat ini dibawah 5 kasus,”

Penurunan tren kasus dan kematian, lanjutnya, dipengaruhi oleh pemberian obat penawar bdalam kasus gangguan ginjal akut  yakni Fomepizole yang diberikan secara gratis

Hingga saat ini, ada sekitar 246 vial obat Fomepizole dari Jepang, Singapura dan Australia tiba di Indonesia, yang mana sebagian besar merupakan hibah.

Ia merinci dari total 246 vial Fomepizole, 146 vial telah didistribusikan ke 17 RS rujukan di Indonesia. Sementara sisanya, sekitar 100 vial Fomepizole akan dijadikan buffer stok pusat.

“Kami sampaikan bahwa sekitar 87% Fomepizole injeksi adalah hibah gratis dan tidak ada komersialiasi, ini semata-mata untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari GGA,” ujarnya

Baca juga ini :  Di Kaltim Satu Kasus Kematian Gangguan Ginjal Akut Pada Anak, Fasilitas Masih Minim

Adapun 5 provinsi dengan jumlah kasus gangguan ginjal akut pada anak terbanyak diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.