Hadapi Spanyol di Semi Final, Adrien Rabiot Jadi Siap Jadi Mesin Senyap Les Bleus

DALLAS, inibalikpapan.com – Nama Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise mungkin lebih sering menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, di balik laju impresif Prancis menuju semifinal, ada satu sosok yang bekerja tanpa banyak perhatian tetapi memiliki peran sangat vital: Adrien Rabiot.

Gelandang berusia 31 tahun itu kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling konsisten dalam skuad Didier Deschamps. Rabiot tampil dalam lima dari enam pertandingan Prancis sepanjang turnamen, hanya diistirahatkan saat laga terakhir Grup I melawan Norwegia yang dimenangkan Les Bleus dengan skor 4-1.

Menariknya, setiap kali Rabiot berada di lapangan, Prancis selalu menang. Dalam lima pertandingan tersebut, Les Bleus mencetak 12 gol dan hanya kebobolan satu kali.

Baik saat berduet dengan Aurelien Tchouameni maupun Manu Kone, Rabiot menjalankan tugasnya tanpa banyak sorotan. Ia disiplin menjaga pertahanan, aktif menekan lawan, membuka ruang bagi rekan setim, hingga membantu membangun serangan dari lini tengah.

Statistik Rabiot

Berdasarkan statistik resmi FIFA, Rabiot menjadi pemain kedua Prancis dengan jumlah tekanan langsung (direct pressures) terbanyak sepanjang turnamen, yakni 22 kali, hanya kalah dari Dayot Upamecano yang mencatatkan 26 tekanan.

Ia juga termasuk pemain yang paling sering menyediakan opsi umpan bagi rekan-rekannya ketika menguasai bola, sejajar dengan Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Jules Kounde. Mobilitasnya pun sangat tinggi dengan 629 lari berkecepatan tinggi (high-speed runs), hanya kalah dari Olise (788) dan Kounde (682).

Kini Rabiot bersiap tampil di semifinal turnamen besar untuk kedua kalinya secara beruntun setelah sebelumnya merasakan kekalahan 1-2 dari Spanyol pada semifinal Euro 2024. Berbeda dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika ia absen di semifinal melawan Maroko karena sakit, kali ini gelandang AC Milan tersebut berada dalam kondisi terbaik.

“Setelah perjalanan yang kami lalui sejauh ini, hampir semuanya berjalan sangat baik. Suasana tim luar biasa. Kami berada dalam kondisi yang sangat bagus menjelang semifinal ini. Saya rasa kami tidak bisa meminta lebih banyak lagi. Kami sedang berada dalam performa terbaik,” ujar Rabiot.

Berlangsung Ketat

Menghadapi Spanyol, Rabiot memperkirakan pertandingan akan berlangsung sangat ketat meski mempertemukan dua tim dengan kualitas tinggi.

“Di atas kertas, pertandingan ini terlihat akan sangat menarik. Spanyol juga sedang bermain sangat baik dan hanya kebobolan sedikit gol. Ini akan menjadi pertandingan yang hebat, meskipun kami juga tahu bahwa laga-laga besar di fase seperti ini biasanya tidak selalu menyajikan tontonan yang spektakuler,” katanya.

Menurut Rabiot, salah satu kekuatan terbesar Prancis saat ini adalah kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Kemampuan beradaptasi adalah kualitas yang sangat penting, salah satu yang terbaik, baik dalam sepak bola maupun dalam kehidupan. Mampu menyesuaikan diri dengan situasi apa pun dan memberikan respons adalah kekuatan kami. Itu yang terlihat dari tim ini. Misalnya, kegagalan penalti Kylian Mbappe saat melawan Maroko tidak membuat kami kehilangan arah. Itu menunjukkan mentalitas kami,” ujarnya.

Selain kualitas individu para pemain bintangnya, kekuatan mental menjadi modal utama Prancis menembus semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kini Les Bleus tinggal selangkah lagi menuju partai puncak. Namun sebelum memikirkan kemungkinan bertemu Inggris atau Argentina di final, mereka harus lebih dulu melewati hadangan Spanyol—tim yang dua kali menghentikan langkah Prancis dalam dua tahun terakhir.

Lewatpengalaman, konsistensi, dan ketenangan Adrien Rabiot di lini tengah, Prancis yakin mampu kembali bangkit dan merebut tiket menuju final Piala Dunia 2026.***

Penulis: Donny Moslem
Sumber: FIFA
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses