Digitalisasi Data Warga Diperkuat, Wali Kota Balikpapan Tekankan Bantuan Sosial Harus Tepat Sasaran
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong digitalisasi data warga sebagai upaya memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial dan jaminan sosial bagi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan sosialisasi perluasan digitalisasi perlindungan sosial yang melibatkan para ketua RT se-Kota Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa digitalisasi data menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap program bantuan pemerintah dapat diterima oleh warga yang benar-benar berhak.
Menurutnya, keterlibatan RT dalam proses pendataan menjadi kunci karena mereka merupakan pihak yang paling memahami kondisi sosial masyarakat di lingkungannya masing-masing. Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah dapat memiliki basis data yang lebih akurat, lengkap, dan mudah diperbarui.
“Tujuan utama digitalisasi ini adalah agar pendataan warga dalam program jaminan sosial benar-benar tepat sasaran. Kita ingin memiliki database by name by address sehingga pemerintah mengetahui secara pasti kondisi masyarakat di setiap wilayah,” ujar Rahmad, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, pembaruan data diperlukan mengingat sebagian data yang selama ini digunakan sudah cukup lama dan belum diperbarui secara menyeluruh. Dengan digitalisasi, pemerintah dapat melakukan pemutakhiran data secara berkala sehingga kondisi riil masyarakat dapat tergambar lebih akurat.
Data yang Valid
Rahmad mengatakan, data yang valid akan membantu pemerintah mengidentifikasi jumlah keluarga miskin maupun warga tidak mampu di setiap RT. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan sosial dan penyaluran berbagai bentuk bantuan pemerintah.
“Melalui digitalisasi ini, kita berharap memiliki data yang benar-benar akurat sehingga warga yang berhak menerima bantuan dapat terlayani dengan baik dan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” katanya.
Selain membahas digitalisasi perlindungan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi forum penyampaian informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Balikpapan. Dalam kesempatan itu, Kapolres Balikpapan turut memberikan penjelasan mengenai isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk kabar mengenai dugaan kasus pembegalan yang sempat beredar di media sosial.
Rahmad menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut telah dipastikan tidak benar atau hoaks berdasarkan penjelasan yang disampaikan pihak kepolisian.
Menurutnya, klarifikasi langsung dari aparat penegak hukum penting untuk mencegah munculnya keresahan di tengah masyarakat serta memastikan warga memperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemkot Balikpapan berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan para ketua RT dapat memperkuat kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung terciptanya tata kelola data yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan basis data yang akurat, berbagai program perlindungan sosial diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi warga Balikpapan.***
BACA JUGA
