Disputakar Balikpapan Dorong Literasi Digital Sejak Dini, Bekali Pelajar Bijak Bermedia
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Kota Balikpapan terus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Literasi Era Digital.
Kali ini kegiatan digelar di MTs Negeri 1 Balikpapan dengan menghadirkan Plh Kepala Disputakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, dan pustakawan Disputakar, Darto Pramono, sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut bertujuan membekali para pelajar agar tidak hanya gemar membac. Tetapi juga mampu memilah informasi yang benar, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak.
Plh Kepala Disputakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan literasi saat ini memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar kemampuan membaca buku. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut generasi muda memiliki kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi yang beredar di ruang digital.
“Di era digital seperti sekarang, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana kita mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tentu benar,” ujar Neny, Selasa (15/7/2026).
Ia menjelaskan, derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, pelajar perlu dibekali kemampuan literasi digital. Agar mampu menggunakan internet secara cerdas dan bertanggung jawab.

“Kami ingin para siswa menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media digital. Jangan mudah terpengaruh hoaks, tetapi biasakan memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” katanya.
Menurut Neny, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi. Namun, upaya tersebut juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar kebiasaan membaca dan belajar dapat terus tumbuh.
“Literasi harus menjadi budaya. Tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga perlu dibiasakan di rumah sehingga anak-anak memiliki semangat belajar sepanjang hayat,” ungkapnya.
Jadi Ruang Belajar
Ia menambahkan, perpustakaan saat ini juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
“Perpustakaan sekarang menjadi pusat belajar yang nyaman dan menyenangkan. Kami ingin anak-anak datang ke perpustakaan bukan karena terpaksa, tetapi karena memang merasa senang belajar di sana,” jelasnya.
Neny juga mengajak para pelajar untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah maupun Perpustakaan Daerah Kota Balikpapan yang menyediakan berbagai koleksi buku dan layanan pendukung pembelajaran.
“Jangan ragu datang ke perpustakaan. Koleksi bukunya semakin lengkap dan bisa menjadi sumber pengetahuan untuk mendukung prestasi belajar maupun menambah wawasan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Disputakar berharap semakin banyak pelajar yang memiliki kemampuan literasi digital, gemar membaca, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi dan informasi. Itulah bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Neny.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
