LPDP Siapkan Skema Beasiswa S1 3-1-1, Mahasiswa Kalimantan Berpeluang Kuliah hingga Luar Negeri

LPDP mulai mengembangkan skema beasiswa baru bagi mahasiswa sarjana (S1) melalui program 3-1-1.
Direktur Keuangan LPDP Albertus Kurniadi Hendartono

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mulai mengembangkan skema beasiswa baru bagi mahasiswa sarjana (S1) melalui program 3-1-1. Program ini membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia, termasuk dari Kalimantan, untuk merasakan pengalaman kuliah di luar negeri sejak jenjang S1.

Meski begitu, LPDP menegaskan fokus utama pembiayaan tetap diberikan untuk program magister (S2), doktor (S3), dan pendidikan dokter spesialis.

Direktur Keuangan LPDP Albertus Kurniadi Hendartono mengatakan, pengembangan skema 3-1-1 merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing global. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

“Fokus utama LPDP saat ini tetap pada beasiswa S2, S3, dan dokter spesialis. Namun kami mulai mengembangkan skema 3-1-1 untuk mahasiswa S1 agar mereka memiliki kesempatan memperoleh pengalaman belajar di luar negeri sejak jenjang sarjana,” ujarnya saat sosialisasi LPDP di Kampus ITK Balikpapan, Selasa (14/7/2026).

Dalam skema tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun kuliah di perguruan tinggi asal di Indonesia. Selanjutnya, mereka mengikuti satu tahun perkuliahan di universitas mitra di luar negeri sebagai bagian dari penyelesaian program sarjana.

Setelah lulus dan memperoleh gelar S1 dari kampus di Indonesia, peserta dapat melanjutkan pendidikan magister selama satu tahun di universitas mitra di luar negeri.

Menurut Albertus, program yang mulai dikembangkan sejak 2025 itu diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa Indonesia ke jaringan akademik internasional. Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Dorong Talenta Kalimantan

LPDP mengajak lebih banyak talenta Kalimantan memanfaatkan peluang beasiswa, terutama pada seleksi tahap II tahun 2026.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional yang semakin membutuhkan sumber daya manusia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Hingga seleksi tahap I tahun 2026, sekitar 72 persen penerima beasiswa LPDP berasal dari bidang STEM. Angka tersebut ditargetkan meningkat hingga 80 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Penguatan bidang STEM menjadi salah satu prioritas karena kebutuhan pembangunan Indonesia, termasuk pengembangan Ibu Kota Nusantara, memerlukan semakin banyak tenaga ahli yang kompeten,” katanya.

Syarat Lebih Mudah, Integritas Tetap Utama

LPDP juga memberikan kemudahan pada seleksi tahap II, salah satunya terkait sertifikat kemampuan bahasa.

Kini, calon pendaftar dapat memperoleh sertifikat melalui sejumlah perguruan tinggi yang bekerja sama dengan LPDP. Kebijakan ini diharapkan memudahkan peserta, terutama dari daerah dan jalur afirmasi.

Meski persyaratan dipermudah, Albertus mengingatkan peserta agar tetap mengutamakan kejujuran dalam proses seleksi.

Ia mengimbau calon pendaftar menyusun esai dan dokumen secara mandiri, tanpa bergantung pada kecerdasan buatan (AI).

“Yang paling penting adalah kejujuran dan gagasan yang benar-benar lahir dari pengalaman pribadi. Itulah yang akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi,” ujarnya.

Komitmen Pemerataan Pendidikan

Selain menghadirkan skema baru, LPDP tetap mempertahankan komitmen pemerataan akses pendidikan melalui jalur afirmasi bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hingga saat ini, sekitar 170 daerah afirmasi telah memiliki alumni LPDP yang kembali mengabdi di daerah asalnya.

Albertus menegaskan, jumlah penerima beasiswa baru setiap tahun tetap disesuaikan dengan kemampuan pendanaan agar keberlanjutan studi para penerima beasiswa tetap terjamin.

Dalam tiga tahun terakhir, penerima beasiswa LPDP secara nasional berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang setiap tahun.

Melalui pengembangan skema 3-1-1, perluasan jalur afirmasi, serta penyederhanaan persyaratan seleksi, LPDP berharap semakin banyak putra-putri terbaik Indonesia, khususnya dari Kalimantan, bisa mengenyam pendidikan di kampus-kampus kelas dunia dan kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.***

Penulis: Amir
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses