Dorong Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Wawali Balikpapan Temui Kemendag
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong percepatan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur sekaligus penataan pasar tradisional agar lebih tertib, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui audiensi Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dengan jajaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta.
Pertemuan yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri itu diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, bersama jajaran kementerian.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memaparkan perkembangan rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur. Yang selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan utama masyarakat Kota Balikpapan.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengelolaan pasar tradisional. Agar tetap mampu bersaing dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan Kementerian Perdagangan menerima laporan progres pembangunan pasar dan memberikan arahan. Agar usulan tersebut nantinya diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana.
“Kami menyampaikan perkembangan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur. Mudah-mudahan bulan depan seluruh dokumen pendukung sudah lengkap, mulai proposal, AMDAL, Andalalin. Hingga berbagai persyaratan lainnya,” ujar Bagus Susetyo didampingi Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Andi Irwan Amran, baru-baru ini.
Tak hanya membahas pembangunan fisik pasar, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan pengelolaan pasar tradisional bertingkat. Menurut Bagus, Kementerian Perdagangan turut membagikan pengalaman dari sejumlah daerah terkait aktivitas perdagangan di lantai dua maupun lantai tiga pasar tradisional yang dinilai kurang optimal.
Konsep Satu Lantai
Kementerian Perdagangan, kata dia, menyarankan agar pembangunan pasar tradisional idealnya tidak lebih dari dua lantai. Bahkan, konsep satu lantai dianggap lebih efektif dalam menjaga perputaran aktivitas jual beli.
“Mereka menyarankan sebisa mungkin pasar tidak lebih dari dua lantai agar aktivitas perdagangan lebih hidup dan optimal,” jelasnya.
Meski demikian, bagi pasar yang sudah terbangun bertingkat, pemerintah daerah tetap diminta melakukan penataan dan pengelolaan secara maksimal. Agar seluruh area pasar tetap ramai dan nyaman digunakan.
Selain isu pembangunan pasar, Pemerintah Kota Balikpapan juga menyampaikan perkembangan pengendalian inflasi daerah. Dalam kesempatan itu. Balikpapan memperoleh apresiasi dari Kementerian Perdagangan karena dinilai mampu menjaga stabilitas inflasi di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Menurut Bagus, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengendalian harga dan distribusi kebutuhan pokok di Balikpapan berjalan cukup baik di tengah dinamika ekonomi nasional.
Pemkot Balikpapan memastikan akan menindaklanjuti berbagai masukan dan rekomendasi dari pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pasar rakyat yang lebih modern, tertata, dan berpihak kepada pelaku usaha kecil serta masyarakat luas.***
BACA JUGA
