Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,35 Persen, Tertinggal dari Pertumbuhan Pulau Kalimantan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) tumbuh 3,35 persen pada Triwulan II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski tetap tumbuh positif, angka tersebut masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan yang mencapai 4,10 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kaltim secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II-2026 mencapai 3,35 persen.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatatkan Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mencapai 13,79 persen.
“Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,72 persen,” ungkap Mas’ud Rifai, dikutip dari laman Pemprov.
Pertumbuhan Kaltim Naik 2,62 Persen Secara Kuartalan
Jika dibandingkan dengan Triwulan I-2026, ekonomi Kaltim pada Triwulan II-2026 tumbuh 2,62 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang mencapai 9,78 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 20,14 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kaltim tetap bergerak pada paruh pertama 2026, meski laju pertumbuhan tahunan masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan.
PDRB Kaltim Capai Rp246,66 Triliun
Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2026 mencapai Rp246,66 triliun.
Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp152,92 triliun.
Secara kumulatif, ekonomi Kaltim sepanjang Semester I-2026 tumbuh 3,17 persen dibandingkan Semester I-2025 atau secara cumulative-to-cumulative (c-to-c).
Kaltim Masih Jadi Motor Ekonomi Kalimantan
Meski pertumbuhannya berada di bawah pertumbuhan Pulau Kalimantan, Kaltim tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pembentukan nilai tambah regional di pulau tersebut.
Ekonomi Pulau Kalimantan pada Triwulan II-2026 tumbuh 4,10 persen secara y-on-y.
Kaltim menyumbang 46,70 persen terhadap pembentukan nilai tambah regional Pulau Kalimantan.
Angka tersebut menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu motor utama ekonomi Kalimantan. Tantangannya kini adalah menjaga pertumbuhan agar tidak hanya positif, tetapi juga mampu mengejar laju pertumbuhan ekonomi kawasan dan memperkuat kontribusi sektor-sektor produktif di luar sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
