Komisi XI Soroti Independensi Calon Gubernur BI, Minta Tak Tunduk pada Kepentingan Politik
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Komisi XI DPR RI menegaskan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo tidak cukup hanya memiliki pengalaman dan kemampuan teknokratis. Integritas, rekam jejak, serta komitmen menjaga independensi bank sentral dinilai menjadi syarat utama.
Anggota Komisi XI DPR RI Martin Manurung mengatakan, Gubernur BI mendatang harus mampu menjalankan kebijakan moneter secara efektif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Selain itu, kemampuan mengomunikasikan arah kebijakan kepada publik dan pasar juga menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan terhadap bank sentral.
“Gubernur BI harus mampu mengomunikasikan kebijakannya dengan baik di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sehingga kebijakannya memperoleh respons pasar yang positif,” ujar Martin, dikutip dari laman DPR,
Menurut Martin, pasar membutuhkan sinyal kebijakan yang jelas, konsisten, dan terukur. Karena itu, Gubernur BI tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan moneter, tetapi juga menjelaskan alasan dan arah kebijakan tersebut secara efektif.
Calon Gubernur BI Harus Paham Batas Independensi
Martin mengingatkan, Gubernur BI terpilih nantinya harus menjalankan amanat peraturan perundang-undangan secara menyeluruh, terutama Undang-Undang Bank Indonesia dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi BI ketika berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, menurutnya, memang tidak dapat dihindari. Namun, koordinasi tersebut tidak boleh membuat batas kewenangan dan independensi Bank Indonesia menjadi kabur.
“Gubernur BI mendatang harus mampu berkoordinasi dengan seluruh stakeholders dalam KSSK tanpa mengaburkan batas independensi BI,” tegasnya.
Martin menyebut koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tetap penting untuk merespons berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian.
Namun, setiap koordinasi harus tetap dilakukan dengan menghormati posisi BI sebagai bank sentral yang independen.
Destry Damayanti Calon Tunggal
Dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan, Presiden Prabowo Subianto hanya mengirimkan satu calon tunggal untuk mengisi posisi Gubernur BI definitive yakni Destry Damayanti, sosok yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat,
Surat Presiden (Surpres) mengenai pencalonan tersebut telah diserahkan pemerintah kepada pimpinan DPR pada Senin (10/8/2026). Tak hanya calon Gubernur BI, pemerintah juga mengajukan nama untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI.
Pencalonan Destry menarik perhatian karena Presiden Prabowo tidak mengajukan kandidat alternatif. Artinya, proses politik di DPR kini akan berpusat pada satu nama yang dinilai pemerintah paling sesuai untuk memimpin bank sentral.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
