Festival Kemudahan dan Pelindungan UMKM 2026, Pelaku Usaha Antusias Manfaatkan Layanan Terpadu
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kegiatan Festival Kemudahan dan Pelindungan UMKM 2026 memasuki hari ketiga dengan antusiasme tinggi dari para pelaku usaha.
Acara yang digelar di Gedung Parkir Klandasan, Kecamatan Balikpapan Kota, pada 23 April 2026 ini diikuti oleh 83 pelaku UMKM dari wilayah setempat.
Festival ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai kemudahan layanan dalam satu tempat.
Kegiatan dibuka melalui sambutan Kepala Bidang UKM, Fenti Khastutie, serta
Sekretaris Kecamatan Balikpapan Kota, Aditya Eka Wicaksana, yang menekankan pentingnya penguatan legalitas dan perlindungan usaha bagi UMKM.Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan penting yang mendukung pengembangan usaha mereka. Mulai dari pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi PIRT, hingga layanan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sekretaris Kecamatan Balikpapan Kota, Aditya Eka Wicaksana, yang menekankan pentingnya penguatan legalitas dan perlindungan usaha bagi UMKM.Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan penting yang mendukung pengembangan usaha mereka. Mulai dari pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi PIRT, hingga layanan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Selain itu, tersedia pula fasilitasi pendaftaran produk ke E-katalog, BPOM, sertifikasi halal, hingga Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).
Tidak hanya itu, festival ini juga menghadirkan layanan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, akses perbankan, hingga program kurasi untuk pendaftaran UMKM binaan. Menariknya, masyarakat juga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai pelengkap, bazaar UMKM yang melibatkan Forum UMKM turut meramaikan suasana. Beragam produk lokal mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan dipamerkan, sekaligus menjadi ajang promosi bagi para pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Penyelenggaraan festival ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek legalitas, pemasaran, dan perlindungan usaha.
Pemerintah setempat menilai, kemudahan akses terhadap layanan ini menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai lembaga pendukung, Festival Kemudahan dan Pelindungan UMKM 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Kota Balikpapan.***
BACA JUGA
