Ancaman Obesitas hingga Krisis Dokter Jadi Bahasan Muswil IDI Kaltim 2026 di Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.comMusyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur menjadi momentum penting bagi dunia kesehatan di daerah.

Kegiatan yang digelar di Balikpapan, Sabtu (16/6) itu membahas arah kepengurusan organisasi profesi dokter untuk empat tahun ke depan, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Ketua IDI Kalimantan Timur periode 2022–2025, dr Padilah Mante Runa, mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari regenerasi organisasi sekaligus penguatan pengabdian profesi dokter di daerah.

“Musyawarah wilayah ini menjadi bagian dari mandat organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Kami berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan berbagai program pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Obesitas Jadi Ancaman Baru Kesehatan Masyarakat

Selain agenda organisasi, Muswil IDI Kaltim juga diisi seminar kesehatan dan kampanye hidup sehat untuk masyarakat.

Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah meningkatnya kasus obesitas yang kini mulai menjadi ancaman serius, termasuk di Kalimantan Timur.

Rangkaian kegiatan bahkan dilanjutkan dengan agenda car free day yang mengajak masyarakat lebih aktif menerapkan pola hidup sehat.

Menurut Padilah, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan harus terus diperkuat karena penyakit tidak menular kini semakin meningkat.

Usia Harapan Hidup Warga Kaltim Meningkat

Di tengah berbagai tantangan kesehatan, IDI Kaltim mengapresiasi kontribusi tenaga kesehatan yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, usia harapan hidup masyarakat Kalimantan Timur meningkat dari 74,93 tahun menjadi 75,38 tahun.

“Peningkatan ini tentu tidak lepas dari kerja keras tenaga kesehatan dan dokter di Kalimantan Timur, mulai dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi hingga meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Kaltim Masih Kekurangan 1.500 Dokter

Muswil IDI Kaltim juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi daerah, yakni minimnya jumlah tenaga dokter.Saat ini, rasio ideal satu dokter untuk 1.000 penduduk dinilai belum terpenuhi di Kalimantan Timur.

IDI memperkirakan Kaltim masih membutuhkan sekitar 1.500 dokter tambahan untuk mendukung pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah penyangga IKN dan wilayah terpencil.

Karena itu, IDI berharap mahasiswa asal Kalimantan Timur yang sedang menempuh pendidikan kedokteran di luar daerah dapat kembali mengabdi di kampung halamannya.

“Kami berharap putra-putri daerah yang sedang menempuh pendidikan kedokteran dapat kembali membangun daerahnya, sehingga pemerataan pelayanan kesehatan bisa tercapai,” ujar Padilah.

Pelayanan Kesehatan Dinilai Harus Berkelanjutan

Tak hanya soal jumlah tenaga medis, IDI Kaltim juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dokter di berbagai bidang layanan kesehatan, mulai dari layanan dasar hingga spesialis.

Muswil IDI Kaltim di Balikpapan menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang keberlanjutan pengabdian, kolaborasi.

Selain itu, kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat di tengah pertumbuhan Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis penyangga IKN.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses