Hak Paten untuk Inovasi Warga, Komitmen Pemkot Balikpapan Lindungi Karya Kreatif

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mendukung dan melindungi berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat, pelajar, hingga warga binaan melalui penguatan hak kekayaan intelektual dan pembinaan berkelanjutan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai kreativitas masyarakat yang berkembang saat ini bukan sekadar karya sederhana, melainkan potensi ekonomi baru yang perlu dijaga agar tidak diambil pihak lain.

Karena itu, pemerintah mendorong seluruh inovator segera mendaftarkan hak paten maupun hak kekayaan intelektual atas produk yang mereka ciptakan.

“Banyak inovasi yang saya lihat sangat luar biasa. Ada briket, pupuk, sampo, dan berbagai produk lain yang berasal dari kreativitas masyarakat. Ini harus kita dukung bersama,” ujar Rahmad Mas’ud, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, perlindungan hukum terhadap karya inovatif menjadi langkah penting agar para pencipta memiliki kepastian hak atas hasil temuannya. Pemerintah kota, kata dia, juga siap membantu proses pendampingan melalui dinas terkait.

“Jangan sampai inovasi yang sudah mereka buat justru diambil pihak lain. Karena itu harus segera didaftarkan menjadi hak paten atau hak kekayaan intelektual agar menjadi milik mereka secara sah,” katanya.

Dorongan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku usaha maupun kelompok masyarakat, tetapi juga kepada para pelajar yang mulai aktif menciptakan berbagai produk kreatif berbasis lingkungan dan teknologi sederhana.

Wali Kota menilai keterlibatan pelajar dalam inovasi menjadi sinyal positif tumbuhnya budaya riset dan kreativitas sejak dini di Kota Balikpapan. Pemerintah pun membuka ruang kolaborasi agar hasil karya para pelajar dapat dimanfaatkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Jadi Usaha Berkelanjutan

Salah satu contohnya ialah produk sampo dan sabun cuci tangan hasil inovasi pelajar yang direncanakan akan digunakan di sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.

“Produk mereka sudah bagus dan sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita bantu pemanfaatannya agar bisa berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, inovasi berupa briket hasil pengolahan limbah juga dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Produk tersebut bahkan berpotensi digunakan dalam sektor konstruksi dan kebutuhan industri kecil.

Menurut Wali Kota, sebagian besar inovasi itu lahir dari pemanfaatan bahan-bahan buangan yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, melalui kreativitas masyarakat, limbah tersebut mampu diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

Ia berharap pengembangan inovasi berbasis lingkungan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

“Ketika kreativitas bertemu kepedulian terhadap lingkungan, maka yang lahir bukan hanya produk, tetapi harapan baru bagi ekonomi masyarakat,” katanya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses