Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Rahmad Mas’ud Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Persatuan di Era Digital

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, generasi muda dinilai memegang peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila. Masyarakat diajak untuk kembali merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Rahmad membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa. Harus terus hidup dan menjadi panduan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga persatuan bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ujar Rahmad saat membacakan amanat BPIP.

Ia menambahkan, Indonesia yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama membutuhkan semangat persatuan yang terus dipelihara. Dalam konteks tersebut, Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan bangsa.

Rahmad juga menaruh perhatian khusus kepada generasi muda yang kini hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan nilai toleransi, memperkuat kebhinekaan, serta menangkal berbagai bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan paham intoleran yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Bangun Budaya Dialog

Generasi muda didorong menjadi agen perubahan dengan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, membangun budaya dialog, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern.

Selain memperkuat persatuan di dalam negeri, Rahmad menegaskan bahwa Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi. Nilai musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting dalam membangun hubungan antarbangsa yang damai dan saling menghormati.

Menutup sambutannya, Rahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan demi mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang harmonis, nyaman, dan berdaya saing global dalam bingkai Madinatul Iman.

“Selama semangat Pancasila tetap hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa. Indonesia akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dan terus menjadi teladan dalam menjaga keberagaman serta perdamaian,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses