IDI Balikpapan Dua Tahun Berturut-turut Kirim Dokter untuk Misi Kemanusiaan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan dengan mengirimkan tiga dokter ke Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengiriman tersebut menjadi bagian dari program Bidang Pengabdian kepada Masyarakat IDI Balikpapan periode 2025–2028. Program ini sekaligus menandai konsistensi organisasi profesi dokter tersebut dalam memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana di luar daerah.

Ketua IDI Cabang Balikpapan, dr. A. Sri Juliarty, M.Kes., mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan IDI Balikpapan selama dua tahun berturut-turut.

“Alhamdulillah, dua tahun berturut-turut ini kami dari IDI Cabang Balikpapan dapat memberangkatkan tim medis,” kata Sri Juliarty, Selasa (8/9/2026).

Sebelumnya, IDI Balikpapan mengirimkan tim medis untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Tahun ini, giliran masyarakat di Manggarai Timur yang menjadi sasaran pelayanan.

“Pertama kali sebelumnya ke Aceh Tamiang, kemudian tahun ini kami kembali memberangkatkan tim medis,” ujarnya.

Tiga dokter yang diberangkatkan yakni dr. AHM Yunus, Sp.An., dokter spesialis anestesi dari RS Pertamina Balikpapan, serta dr. Hadi Yuniarko dan dr. Faruk dari Klinik Ibnu Sina.

Ketiganya akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

Sri menjelaskan, pengiriman tim tersebut juga merupakan bagian dari arahan Pengurus Besar IDI dalam memperkuat respons kemanusiaan di daerah yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat bencana.

“Tim IDI dari berbagai daerah diterjunkan secara bergantian,” katanya.

Menurutnya, pola tersebut diperlukan karena wilayah terdampak bencana cukup luas dan kebutuhan pelayanan kesehatan tidak dapat ditangani hanya oleh satu tim.

Karena itu, IDI Balikpapan berupaya mengambil bagian sesuai kapasitas yang dimiliki. Para dokter tidak hanya menjalankan tugas profesi, tetapi juga membawa misi sosial untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

“Mudah-mudahan tim medis kami dapat membantu masyarakat di sana, terutama yang ada di pengungsian,” tutur Sri.

Dukung Tim Media

Dukungan terhadap misi IDI Balikpapan juga datang dari Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Balikpapan. Organisasi tersebut menggalang dana secara internal untuk mendukung keberangkatan tim medis.

Ketua IIDI Cabang Balikpapan, Ros Kusuma Dewi, mengatakan pihaknya berhasil menghimpun Rp10 juta dari para anggota dalam waktu sekitar tiga hari.

“Setiap kegiatan dari IDI itu sendiri, IIDI selalu support dan mendukung,” kata Ros.

Ia menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan keluarga besar dokter terhadap kegiatan kemanusiaan yang dijalankan IDI Balikpapan.

“Ini dari anggota IIDI sendiri, tanpa bantuan dari pihak luar,” tegasnya.

Ros menambahkan, dukungan terhadap kegiatan sosial selama ini juga diwujudkan melalui berbagai program, seperti pencegahan stunting dan kegiatan posyandu.

Bagi IDI Balikpapan, keberangkatan tim medis ke Manggarai Timur bukan sekadar agenda organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga peran dokter agar tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Setelah Aceh Tamiang, tahun ini IDI Balikpapan kembali mengirim tenaga medis. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian profesi tidak berhenti di ruang praktik, tetapi juga menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses